LOMBA ESSAY FAKULTAS KEDOKTERAN
Oleh:
Muhammad Shanan Asyi
SMAN UNGGUL 10 FAJAR HARAPAN
BANDA ACEH
Tema :
Ijazah Kedokteran: Peluang Kenyataan/Realita
Judul:
Kesalahan Pahaman Masyarakat dan Mahasiswa
Akan Ijazah Kedokteran
Biodata Penulis
1. Nama Lengkap : Muhammad Shanan Asyi
2. Tempat Tanggal Lahir : Banda Aceh, 30 Januari 1993
3 Sekolah : SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh
4. Alamat Sekolah : Jl. Fajar Harapan, Ateuk Jawo, No Telp. 0651-7409840
5. No. Telefon : (0651) 31174
6. Email : shanan_az@yahoo.com
7. Nama Orang Tua - Ayah : Dr. H. Muhammad Andalas SpOG
- Ibu : Yastina Ratu SE
8. Alamat Lengkap Orang Tua : Jl. Taqwa no. 11 Kel. Keuramat Banda Aceh
9. Pekerjaan Orang Tua - Ayah : Dosen / Dokter
- Ibu : Almarhumah
10. Anak ke 2 dari 3 bersaudara
11. Nama saudara , mulai dari yang teratas :
1. Visa Yunanda
2. Muhammad Rizal Akbar
12. Motto Hidup : Hidup bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk hari esok dan hari yang akan datang
13. Visi dan Misi Hidup : Mendapatkan medali emas IBO
Kesalahan Pahaman Masyarakat dan Mahasiswa Akan Ijazah Kedokteran
Setiap tahun di Indonesia sepuluh ribu dokter dihasilkan, akan tetapi masih cukup banyak masyarakat di pedesaan termasuk juga di Nanggroe Aceh Darusaalam sampai saat ini tidak pernah tersentuh oleh tenaga dokter, mengapa?
Dokter ialah sebuah profesi mulia atau pekerjaan yang bertugas menyembuhkan atau mengobati orang – orang yang keadaan kondisi tubuhnya tidak sehat sehingga menjadi normal kembali.
Pada masa lalu pengobatan bagi orang yang tidak sehat, cenderung pada pemakaian herbal, tumbuh – tumbuhan.. Ini dikarenakan kepercayaan mereka kepada teori animisme, bahwa semua benda yang mati pasti mempunyai roh dan ada hubungannya dengan roh leluhur. Ilmu kedokteran berkembang secara berangsur – angsur di Mesir kuno, India kuno, Yunani kuno, Persia dan lain – lain. Pada tahun 1400-an terjadi lonjakan besar / perubahan besar pada dunia kedokteran dengan pedekatan kedokteran lebih ke ilmu sains. Vesalius seorang ahli anatomi mematahkan teori – teori besar kedokteran kuno seperti teori Galen, Hippocrates, dan Avicenna. Ilmu kedokteran yang kita lihat dan dipraktekkan pada masa ini berkembang pada akhir abad 18 Masehi dan awal abad 19 Masehi di Inggris (William Harvey), Jerman (Rudolf Virchow), dan Perancis (Jean Martin Charcot, Claude Bernard).
Ilmu kedokteran modern yang kita lihat sekarang ini menggantikan tradisi kedokteran barat kuno, yang menganut paham animisme, humoralisme, dan semua paham pra-modern lainnya. Lalu pada awal tahun 1900-an pusat ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika Serikat (oleh William Osler, Harvey Chusing).
Ilmu kedokteran terus berkembang sampai abad ini. Hal ini menyebabkan masyarakat sangat tergantung pada dokter apabila kondisi tubuhnya menurun dan terserang penyakit. Dokter secara umum diklasifikasi dua macam yaitu dokter umum dan dokter spesialis. Dokter umum ialah dokter yang memberi pelayanan penyembuhan penyakit secara umum di masyarakat seperti infeksi saluran nafas, Tuberkulosis (TBC), influenza dan penyakit lainnya. Sedangkan dokter spesialis ialah dokter yang memberi pelayanan penyembuhan penyakit secara khusus yang berhubungan dengan bidangnya. Dokter spesialis memiliki banyak bidang seperti dokter spesialis mata, spesialis THT, spesialis kebidanan dan kandungan, spesialis penyakit dalam, dan lain – lain.
Namun untuk menjadi dokter tidaklah mudah. Seseorang yang ingin menjadi dokter harus bersekolah di fakultas kedokteran dahulu baru bisa menjadi seorang dokter. Bersekolah di fakultas kedokteran sangatlah berat dan sangat berbeda dengan bersekolah di fakultas lain. Lamanya waktu S1 (sarjana kedokteran dan profesi) di fakultas kedokteran adalah 5-6 tahun. Setelah bersekolah selama 4 tahun dan mendapatkan ijazah dokter muda, kita harus melanjutkan lagi dengan masa koas atau pendidikan profesi yaitu masa praktek bagi dokter – dokter muda. Setelah menjalani koas selama 2 tahun, barulah bisa menjadi seorang dokter umum. Sedangkan untuk menjadi dokter spesialis kita harus menjalankan pendidikan spesialis 1 atau S2 kurang lebih selama 3-4 tahun. Dan jika kita ingin mengambil subspesialis atau yang lebih spesifik lagi, kita bisa mengambil spesialis 2 atau S3.
Hal yang menarik dipahami sekarang adalah seberapa efektifkah fakultas kedokteran dalam membuat atau mencetak dokter – dokter yang betul – betul menjadi seorang dokter yang siap terjun ke masyarakat dan bukan hanya sebagai title belaka.
Mari kita lihat beberapa pandangan mahasiswa atau masyarakat umum tentang Fakultas Kedokteran. Menurut mereka Fakultas Kedokteran merupakan fakultas yang sangat prestisius (terpandang), sehingga menurut mereka suatu Universitas akan sangat bergengsi bila memiliki fakultas kedokteran. Orang yang menyebut dirinya sebagai seorang Mahasiswa fakultas kedokteran pasti lebih terpandang baik dan cerdas oleh orang banyak daripada seseorang yang kuliahya di fakultas ekonomi atau di fakultas - fakultas lainnya. Asumsi ini tersebut telah terpatri (tertanam) secara luas di masyarakat bahkan sampai – sampai di sekolah saya. Saya sendiri (penulis) adalah seorang siswa SMA. Saya sendiri melihat bahwa fakultas kedokteran sangat terpandang di sekolah saya. Ketika seseorang bertanya kepada teman lainnya kemana akan melanjutkan pendidikan setelah selesai SMA, umumnya mereka mengatakan Universitas di luar Aceh. Lalu orang tersebut menanyakan lagi, “bagaimana dengan Unsyiah (Universitas Syiah Kuala), bukankah itu juga termasuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yang tergolong bagus / baik?” Dan pasti jawaban dari yang ditanya tersebut adalah “Aku mau masuk Unsyiah asalkan dapat lulus / masuk Fakultas Kedokteran.
Dari hal diatas kita dapat melihat bahwa Fakultas Kedokteran di mata masyarakat memang merupakan sebuah fakultas yang sangat luar biasa (terpandang). Dan hal itulah yang membuat kesalah pahaman sebagian orang tentang fakultas kedokteran.
Orang tua calon mahasiswa rela membayar berapa saja yang diperlukan sebagai uang pelicin kepada seseorang yang bisa membantu untuk menyekolahkan anaknya di fakultas kedokteran. Seorang calon mahasiswa rela belajar mati – matian sampai larut malam untuk dapat lolos SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru) hanya untuk memasuki fakultas kedokteran. Dan hal – hal tersebut masih merupakan hal – hal yang dilihat oleh masyarakat umum tentang fakultas kedokteran.
Sekarang kita akan masuk kepada tipe – tipe orang yang memasuki fakultas kedokteran. Ada tiga tipe orang yang bersekolah di fakultas kedokteran:
1. Orang yang benar-benar bercita – cita atau berkeinginan menjadi dokter
2. Orang yang hanya berkeinginan menambah ilmu yang ia miliki
3. Orang yang sama sekali tidak ingin menjadi dokter dan tidak ingin mengemban atau menuntut ilmu kedokteran, tetapi hanya karena permintaan atau desakan pihak lain
Tipe mahasiswa pertama yaitu mahasiswa yang berkeinginan menjadi dokter juga dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu:
1. Orang yang ingin menjadi dokter karena ingin menjadi kaya
2. Orang yang ingin menjadi dokter karena pengabdiannya kepada bangsa dan Negara
3. Orang yang ingin menjadi dokter karena belum memiliki tujuan hidup apapun
4. Orang yang ingin menjadi dokter hanya untuk terkenal dan menjadi orang terhormat
Yang paling aneh dari tipe yang pertama yaitu orang dari bagian yang ketiga karena dia masuk ke Fakultas Kedokteran dengan cita – cita ingin menjadi dokter namun dia ingin menjadi dokter dan masuk fakultas kedokteran hanya karena alasan bahwa dia harus menjadi seorang mahasiswa dan memilih fakultas yang dia inginkan karena kalau tidak dia hanya akan menjadi seorang pengangguran yang hanya berijazahkan SMA dan dengan skill yang terbatas. Karena alasan itulah orang bagian yang ketiga memilih untuk menjadi dokter. Menurutnya profesi dokter adalah satu – satunya jalan bagi dia untuk mendapatkan tempat yang layak di mata masyarakat.
Masalah selanjutnya ada dari orang tipe kedua, yaitu orang yang masuk fakultas kedokteran hanya karena ingin menambah ilmu pengetahuan yang ia miliki. Biasanya Orang tersebut berasal dari siswa – siswa yang pernah mengikuti ajang kompetisi pendidikan seperti Olimpiade. Karena kecintaanya pada ilmu alam sehingga dia masuk / memilih fakultas kedokteran hanya sebagai ajang untuk menambah ilmunya. Masalah yang muncul dari orang seperti ini ketika dia tamat dari fakultas kedokteran, dia masih ingin terus mendapatkan ilmu atau menambah ilmu yang ia miliki dan bukannya terjun langsung ke masyarakat sebagai seorang dokter karena sesungguhnya tujuan orang tipe ini ialah menjadi seorang saintist bukan menjadi seorang dokter.
Tipe yang ketiga yaitu orang yang sama sekali tak ingin menjadi dokter. Dia menjadi dokter hanya karena paksaan pihak kedua seperti orang tua, pacar, teman, keluarga, sekolah, bahkan peluang beasiswa yang hanya akan muncul jika ia memasuki fakultas kedokteran. Setiap saat orang tipe ini hanya akan menjalani kehidupan di Fakultas kedokteran dengan hanya mengeluh tanpa menikmatinya sedikitpun. Coba kita bayangkan jika seorang siswa SMA masuk dalam pelajaran yang tidak ia sukai pasti ia akan merasa waktu sangat lama dan ingin waktu cepat berlalu, dan pelajaran tidak akan ia dapatkan sedikitpun, dan begitu juga yang terjadi dengan orang tipe ketiga ini.
Di Internet saya membaca tentang percakapan seseorang mahasiswa fakultas kedokteran dengan seorang sarjana Ekonomi, tentang keinginan dia (sarjana Ekonomi) untuk kuliah di Fakultas kedokteran dikarenakan suaminya yang sering berpindah – pindah. Dia ingin masuk fakultas kedokteran dengan alasan bahwa profesi dokter merupakan profesi yang paling cocok dengan tipe berpindah – pindah. Sehingga dia memutuskan untuk mengambil fakultas kedokteran pada umur 26 tahun. Lalu mahasiswa fakultas kedokteran mengatakan bahwa kuliah di fakultas kedokteran sangatlah tidak mudah. “Dengan waktu yang sangat sedikit untuk bersantai dan tugas yang menumpuk sangatlah lelah kalau tau bahwa ini semua akan berjalan selama 4 tahun dan dan ditambah lagi dengan 2 tahun koas. Dan ketika kita melihat bagaimana enaknya mahasiswa dari fakultas lain memiliki banyak waktu untuk bersantai sungguhlah menyesal kita kuliah di fakultas kedoteran. Begitulah kata dari seorang mahasiswa fakultas kedokteran yang masuk fakultas kedokteran hanya karena disuruh orangtuanya.”
Dari hal tersebut kita dapat melihat bahwa jika seorang mahasiswa masuk fakultas kedokteran bukan karena kemauan sendiri namun karena disuruh oleh pihak lain, maka ilmu yang dia pikirkan akan sulit masuk dan dia hanya bisa mengeluh selama 4 tahun tersebut.
Seorang filosofi yang bernama Henrik R. Wulf MD menulis dalam bukunya yang berjudul “Filsafat Kedokteran” (terjemahan) bahwa seorang mahasiswa kedokteran dihadapkan pada masalah – masalah dan fakta – fakta yang terus bertambah yang sangat rumit mengenai ilmu kedokteran dan apa yang yang mereka lakukan bukanlah ilmu yang dia dapatkan untuk mengobati pasien tapi hanya untuk memuaskan pengujinya saja dia tidak tau sama sekali landasan pemberian ilmu itu dari para dosennya.
Nah sekarang mari kita pikir bahwa bagaimana bila orang – orang tipe diatas tersebut telah mendapatkan ijazah fakultas kedokteran dan telah menjadi koas yang ditempatkan di Rumah sakit. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa koas merupakan seorang sarjana kedokteran yang ditempatkan di beberapa rumah sakit untuk mengasah skillnya sehingga menjadi seorang dokter yang siap pakai. Beberapa orang koas mengatakan bahwa menjadi koas sangat tidak terpandang dalam manajemen suatu rumah sakit, dan beberapa karyawan rumah sakit memang sangat memandang koas sebagai bagian paling bawah atau dianggap pembantu oleh manajemen suatu rumah sakit. Ironisnya para koas sering mendapatkan perkataan dan perlakuan tidak menyenangkan dari pegawai di Rumah Sakit.
Nah di masa koas itulah eksistensi mereka dalam profesi dokter dipertanyakan. dengan bergelar sarjana kedokteran dan menjadi seorang dokter muda, apakah mereka betul – betul mau mengabdi pada negara?
Sekarang mari kita pikir di Indonesia ada sekitar 50 Fakultas kedokteran baik dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Dan dari 50 fakultas kedokteran tersebut berapakah yang lulus tiap tahunnya dalam satu angkatan?. Jika 1 universitas meloloskan 200 mahasiswa tiap tahunnya berarti akan ada 10.000 sarjana kedokteran yang dihasilkan tiap tahunnya di Indonesia. Bayangkan dengan banyaknya orang yang lulus tiap tahunnya, seharusnya sudah berapakah jumlah dokter di seluruh Indonesia? Tapi kenapa pula masih ada orang yang mengatakan bahwa daerah mereka kekurangan dokter, dan mengapa Indonesia sampai saat ini masih kekurangan dalam hal tenaga medis. Bila kita berpikir dengan logika kita seharusnya tenaga medis di Indonesia sudah tercukupi, namun kemanakah para dokter itu? Apakah mereka kalah bersaing atau beralih ke profesi yang lain?
Disinilah kita masuk ke dalam inti pokok permasalahan tema kita ini. Apakah ijazah kedokteran hanya dipandang sebagai ijazah yang luar biasa atau hebat yang hanya akan membuat kita lebih terpandang di mata masyarakat? Kalau masyarakat berpikir seperti itu mari kita pikirkan apakah masih ada peluang ijazah kedokteran itu menjadi kenyataan / realita dalam artian apakah orang yang sudah mendapatkan ijazah kedokteran itu benar – benar dapat menjadi dokter yang terjun langsung ke masyarakat?
Ternyata dari sekian banyak dokter diatas hanya 20 persennya saja yang menjadi dokter spesialis, sisanya hanya menjadi dokter umum. Bila kita lihat dari data jumlah dokter yang dihasilkan tersebut sangat banyak tenaga dokter umum kita di Indonesia, akan tetapi realita yang ada banyak PUSKESMAS sampai saat ini masih tidak ada dokternya. Hal ini kemungkinan salah satu penyebab pelayanan kesehatan dimasyarakat menjadi rendah. Kita ambil contoh angka kematian ibu yang masih tinggi, 307 setiap 100000 ibu melahirkan (sensus kesehatan demokrafi Indonesia 2007), jauh lebih tinggi dari Negara tetangga kita Malaysia, 28 orang setiap 100000 ibu melahirkan. Penyebab masih tingginya kematian ibu adalah terlambat dalam mendiagnosa dan merujuk penderita yang mengalami gangguan, kemungkinan akibat ketiadaan dokter di PUSKESMAS terdekat.
Sekarang kita kembali lagi melihat bahwa walaupun seseorang benar – benar menggunakan ijazah dokter dengan keinginan untuk menjadi dokter tapi permasalahnnya mereka hanya mau berada di kota besar saja. Karena sebagian besar dokter tidak mau mengabdi didaerah - daerah terpencil dan sangat terpencil di luar kota – kota besar. Faktor penyebab masih enggannya dokter mengabdi di Desa inilah suatu realita yang terjadi saat ini, umumnya mereka tidak menghayati hakikat sebenarnya menjadi seorang dokter. Mereka menjadi dokter hanya keinginan untuk menjadi kaya dan terkenal saja tanpa berkeinginan untuk mengabdi pada bangsa dan Negara. Dan ada juga yang menjadi dokter karena tuntutan pihak lain semisal keluarga yang menyebabkan dia sangat tidak mengilhami sama sekali profesi menjadi seorang dokter.
Dengan banyaknya jumlah sarjana kedokteran tiap tahunnya yang sampai 10.000-an itu harusnya Indonesia sudah menjadi Negara yang unggul dalam bidang kesehatan. Rupanya keengganan dokter – dokter tersebut untuk pergi ke tempat terpencil semisalnya pedesaan menyebabkan akumulasi dokter – dokter tersebut tertumpuk di kota besar. Sedangkan dokter – dokter di kota sudah sangat banyak sehingga menyebabkan sangat sedikitnya lapangan kerja di kota. Hal tersebut menyebabkan sebagian dari mereka tidak melakukan fungsi seorang dokter dengan optimal. Sehingga mereka tetap berada di kota dan mencari pekerjaan lain, seperti seorang dokter wanita yang hanya menjadi ibu rumah tangga, atau membuka praktek di rumah, dan dokter pria yang hanya menjadi dokter pengganti, ataupun membuka poliklinik. Malah sampai – sampai ada dokter yang beralih profesi menjadi pedagang karena tak mau kerja di desa dan tetap memilih untuk tinggal di kota.
Sekarang kita dapat mengetahui bahwa yang menyebabkan minimnya angka tenaga medis di Indonesia ialah pendistribusian dokter yang tidak baik dan hanya memusat di satu titik. Dan itu semua disebabkan dari pandangan para dokter ketika masih menjadi seorang mahasiswa yang memandang fakultas dan ijazah kedokteran hanya sebagai hal yang akan membuat mereka kaya dan terkenal, dan juga yang sama sekali tidak memiliki niat menjadi seorang dokter tapi menjadi memilih fakultas kedokteran karena paksaan pihak lain yang menganggap menjadi dokter akan membuat mahasiswa tersebut menjadi orang yang hebat dan dapat membanggakan orang – orang yang berada di sekitarnya.
Jadi, ijazah kedokteran sekarang tidak hanya mencetak dokter – dokter yang akan mengabdi pada bangsa dan Negara, akan tetapi juga mencetak orang – orang yang ingin menjadi kaya melalui profesi dokter dan juga orang – orang yang hanya ingin terkenal karena menyandang gelar sarjana kedokteran. Bahkan ijazah kedokteran juga mencetak sarjana kedokteran yang tidak ingin sama sekali menjadi dokter (menjadi dokter karena paksaan / permintaan pihak lain).
Solusi yang dapat saya berikan untuk membuat ijazah kedokteran menjadi ijazah yang benar – benar dapat mencetak dokter – dokter yang menjadi dokter hanya dengan niat untuk mengabdi pada bangsa dan negara yaitu dengan cara mensosialisasikan pada seluruh masyarakat Indonesia bahwa profesi dokter bukan merupakan profesi yang membuat kita kaya maupun menjadi orang terpandang, tetapi profesi dokter ialah profesi yang merupakan suatu pengabdian pada bangsa dan Negara dengan cara menyembuhkan orang yang terkena penyakit. Dan kita juga harus memberitahukan kepada masyarakat Indonesia untuk jangan menyuruh atau memaksa anggota keluarganya untuk masuk fakultas kedokteran jika dia tidak ingin karena hanya akan membuat dia menjalani profesi dokter tanpa rasa ingin mengabdi pada bangsa dan Negara. Karena jika suatu hal tidak dilakukan dengan sepenuh hati / ikhlas hal tersebut tidak akan berjalan dengan baik.
Demikianlah hipotesis saya tentang realita yang terjadi saat ini di masyarakat. Saya harapkan mulai sekarang kita dapat mengubah pandangan kita tentang fakultas dan ijazah kedokteran yang dulu. Dan saya harapkan mulai sekarang ijazah kedokteran akan betul – betul mencetak dokter – dokter yang betul – betul ingin mengabdi pada bangsa dan Negara.
~~wassalam~~
WELCOME 3:)
LETS ROCK WITH THE WORLD
MAKING WORLD KNOW WHO US
and SHOWING REASON for OUR EXISTENCE
MAKING WORLD KNOW WHO US
and SHOWING REASON for OUR EXISTENCE
Total Pageviews
Saturday, December 4, 2010
Realita Syariat Islam di Aceh
Realita Syariat Islam di Aceh
Sudah 7 tahun lamanya syariat Islam di Nanggroe Aceh Darrussalam diterapkan, namun apakah syariah Islam yang diterapkan di Aceh sudah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Aceh, ataukah masyarakat Aceh hanya melakukannya dikarenakan sanksi yang ia dapat jika tidak menjalankannya? Atau dikarenakan pandangan orang lain yang buruk karena ketidaktaatan pada agama?
Syariat Islam adalah ajaran Islam yang membicarakan amal manusia baik sebagai makluk ciptaan Allah maupun hamba Allah.
Terkait dengan susunan tertib Syari'at, Al Quran Surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan RasulNya belum menetapkan ketentuannya maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah.
Dengan demikian sudah pantaslah hukum yang berlaku di daerah tempat umat Islam berada adalah hukum yang sesuai dengan syariat Islam sendiri. Karena tidak ada hukum yang lebih baik melainkan hukum Al –Qur’an. Sehingga diterapkanlah syariat Islam di Aceh pada bulan Maret tahun 2001. Penerapan syariat Islam di Aceh didasarkan atas UU No. 44 tahun 1999 dan UU No. 18 tahun 2001.
Sebagaimana kita ketahui bahwa sejak bulan maret tahun 2001 di Aceh sudah diberlakukan hukum syariat Islam. Namun disini penulis melihat bahwa masih adanya banyak kelemahan pada syariat Islam di Aceh. Mungkin hal itu didasari bahwa pada dasarnya syariat Islam di Aceh lebih berkolerasi pada aspek politik untuk mengatasi konflik yang terjadi, bukan aspek agama. Disini penulis akan menjelaskan satu persatu tentang kelemahan syariat Islam di Aceh:
- Kurangnya sosialisi oleh pemerintah terhadap masyarakat setempat mengenai penerapan syariat Islam di Aceh
- Masih kurangnya aturan – aturan (qanun) yang dibuat
- Kelengahan, keterlambatan, dan ketidakberdayaan Wilayatul Hisbah (WH)
- Kurangnya alasan yang diberikan kepada masyarakat mengenai keberadaan syariat Islam di Aceh.
Kurangnya sosialisi oleh pemerintah terhadap masyarakat
Akibat dari kurangnya sosialisasi pemerintah mengenai penerapan syariat Islam di Aceh melandasi kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat setempat terhadap pelaku pelanggaran syariat Islam. Atas nama syariat Islam, seringkali pelaku pelanggaran menerima perlakuan tidak manusiawi dan penganiayaan dari masyarakat, seperti dimandikan dengan air comberan, diarak massa tanpa busana, bahkan sampai pada pelecehan seksual (contohnya pemaksaan adegan mesum di pantai Lhok Nga oleh oknum polisi Syariah). Kasus Mesum tahun 2007 di Abdya yang juga berakhir dengan pembakaran rumah seorang janda yang diduga sebagai pelaku perbuatan mesum oleh warga. Padahal untuk hal tersebut Allah telah menjelaskannya dengan sangat jelas didalam Al – Qur’an :
“Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS An-Nahl: 125).
Hal tersebut terjadi dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai syariat Islam secara terperinci sehingga ia tidak mengetahui qanun – qanun (aturan daerah) yang berlaku dan tidak tahu harus ditangkap dan dibawa kemana pelaku pelanggaran syariah. Hal itu disebabkan karena kurangnya sosialisasi syariat Islam oleh pemerintah kepada masyarakat
Masih kurangnya aturan – aturan (qanun) yang dibuat
Satu kelemahan yang sangat terlihat jelas bahwa masalah – masalah yang muncul ke permukaan adalah masalah – masalah yang terbilang dangkal seperti khalwat, khamar, judi, mesum, dsb. Sedangkan masalah – masalah yang lain seperti korupsi, memukul, menculik sama sekali tidak tampak. Jadi apakah memukul, korupsi, mengadili orang lain tanpa izin merupakan hal yang diterima dalam Islam? Lagipula masalah yang diangkat juga masalah yang jarang terjadi di Aceh, seperti mabuk – mabukan, hampir tidak terlihat di Aceh, tapi mengapa masalah diangkat bukanlah penggunaan narkoba yang aksesnya sangat mudah sekali di Aceh, yaitu hanya dari mulut ke mulut dapat mendapatkan 1 gram ganja dengan sangat mudah.
Kelengahan, keterlambatan, dan ketidakberdayaan WH
Wilayatul Hisbah atau yang biasa kita sebut dengan WH adalah polisi syariah yang bertanggung jawab untuk menangkap dan mengadili pelaku pelanggar syariah. Namun sayangnya pernah kedapatan bahwa WH tersebutlah yang melanggar syariah. Hal itu menandakan bahwa WH di NAD belum dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi masyarakat Aceh. Kelemahan lain dari WH ialah kelengahan dan keterlambatannya dalam menangkap para pelanggar syariah sehingga para pelanggar syariah banyak yang lebih dahulu diadili oleh masyarakat dengan cara kekerasan. Satu lagi yang patut diperhatikan ialah ketidakberdayaan WH ketika berhadapan dengan oknum – oknum yang pangkat dan kedudukannya jauh lebih tinggi, inilah salah satu alasan kenapa masyarakat banyak yang menggunakan caranya sendiri terlebih dahulu baru stelah itu diberikan kepada WH.
Kurangnya alasan yang diberikan kepada masyarakat mengenai keberadaan syariat Islam
Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui untuk apa syariat Islam itu dan apa sebenarnya fungsi syariat Islam itu. Ini semua dikarenakan yang menuntut untuk diadakannya syariat Islam di Aceh ialah dari kaum Ulama dan aktifis Mahasiswa sehingga banyak masyarakat yang terheran dengan keberadaan syariat Islam yang muncul secara tiba – tiba. Hal ini yang mendasari banyak masyarakat di Aceh hanya melaksanakan syariat Islam karena tuntutan hukum dan takut untuk dipandang negatif oleh orang lain.
Hal – hal di atas merupakan kelemahan dari syariat Islam di Aceh. Kelemahan – kelemahan diatas telah menyebabkan munculnya fakta – fakta yang tidak terelakkan di Aceh. Fakta – fakta tersebut ialah:
- Bertambahnya jumlah pelanggar syariah
- Banyak masyarakat gelisah dan mengeluh tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh yang sering sekali terdengar berbau kekerasan
- Buruknya pandangan masyarakat terhadap WH
- Masyarakat mengannggap syariat Islam sebagai suatu yang patut diwaspadai bukan diterapkan atau dilaksanakan atas kesadaran agama.
Bertambahnya jumlah pelanggaran syariah dewasa ini dikarenakan masyarakat Aceh tidak memandang syariat Islam itu sebagai sebuah hukum yang wajib dilakukan oleh mereka sebagi umat Islam namun hanya sebuah hukum yang berlaku di daerah mereka sehingga dengan mudahnya mereka melanggar syariat Islam ketika tidak ada pihak – pihak berwajib yang melihat.
Dari artikel yang penulis baca melihat bahwa banyak dari orang – orang yang menggunakan jilbab hanya ketika di kawasan umum atau sedang menaiki kendaraan roda dua menggunakan jelbab, lalu ketika ia sampai ditempat tujuan ia akan melepaskan jelbabnya walaupun ditempat itu ada orang yang bukan muhrimnya. Hal itu disebabkan masyarakat Aceh belum dapat menerima syariat Islam itu dengan baik sehingga hukum – hukum yang diterapkan hanya sebatas hukum diatas kertas saja, tapi tidak betul – betul diterima dengan sepenuh hati.
Hal lain yang perlu diperhatikan ialah masyarakat Aceh memandang WH sebagai suatu oknum yang dianggap berbahaya sehingga harus dihindari, bukan sebagai suatu teladan yang patut di contoh. Hal ini dikarenakan masyrakat Aceh melihat bahwa WH seperti bertindak hanya karena pekerjaan, bukan karena betul – betul ingin menegakkan syariat Islam, ini dapat dilihat dengan fakta dilapangan bahwa ada oknum WH yang tertangkap sedang berdua – duaan dengan pasangan yang bukan muhrimnya, alasan lain ialah tidak berani bertindaknya oknum WH terhadap oknum yang lebih tinngi jabatannya, padahal secara logika jika oknum WH tersebut betul – betul ingin menegakkan syariat Islam haruslah ia tanpa pandang bulu menangkap orang tersebut.
Menyimak keluhan dari masyarakat bahwa masih banyak pihak yang melaksanakan syariat Islam dengan cara kekerasan yang tanpa dibawa lebih dahulu kepada yang berwajib. Sedangkan pihak berwajib sama sekali tidak berdaya untuk mencegah meluasnya aksi kekerasan tersebut, hal ini dikarenakan keterlambatan polisi syariah dalam menindak dan kurang percayanya masyarakat pada polisi syariah sehingga menyebabkan mereka menghakimi pelaku dengan cara kekerasan.
Kesimpulan
Dalam penerapan syariat Islam di Aceh selama tiga tahun, penulis melihat adanya kelemahan yang timbul baik dari pihak masyarakat maupun dari pihak pemerintah Aceh. Kelemahan yang muncul dari pihak masyarakat lebih dikarenakan kelemahan yang muncul dari pemerintah Aceh. Kurangnya sosialisasi menyebabkan masyarakat menjadi seperti orang yang tidak tahu menahu masalah syariat dan menyebabkan banyaknya pandangan masyarakat yang menjadi salah tentang syariah. Timbulnya kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat yang main hakim sendiri lebih dikarenakan karena kurangnnya kinerja WH sehingga lebih dulu dihakimi oleh masyarakat, dan juga karena menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap WH.
Hal lain ialah banyak masyarakat yang menganngap Syariah Islam hanya sebagai peraturan semata sehingga mereka hanya melaksanakannya jika berada muka umum, hal itu juga menyebabkan banyaknya orang yang menindak syariat Islam malah adalah orang yang tidak pernah melakukan ibadah. Dia hanya membenci orang pelanggar syariah lebih karena itu adalah budaya di Aceh dan peraturan yang berlaku. Sehingga segala kelemahan yang terjadi dalam penerapan syariat Islam dikarenakan masyarakat masih hanya mengganggap syariat Islam hanya sebagai sebuah hukum dan WH (polisi syariah) menggapa pekerjaan mereka hanya sebagai pekerjaan biasa layaknya petugas keamanan bukan untuk betul – betul membuat orang melaksanakan perintah agama.
Solusi
Mengubah pemikiran (persepsi) masyarakat Aceh tentang syariah tidak dapat hanya dengan menjelaskan qanun – qanun yang berlaku. Tetapi juga menjelaskan secara mendetail alasan sebenarnya syariat Islam itu dibuat sehingga masyarakat menjadi lebih dapat menerima syariat Islam itu sebagai suatu kewajiban dan ketentuan agama, bukan hanya merupakan suatu hukum yang berlaku. Itulah sebenarnya yang harus dilakukan pemerintah lebih dahulu untuk mengatasi masalah syariah Islam yang terus bermunculan. Selain itu pemerintah aceh juga harus menjelaskan alasan Islam menetapkan hukum tersebut. Betapa Islam menghargai hak – hak setiap manusia dan menghargai manusia sehingga tidak ingin ada umat Islam yang merugi sedikitpun. Dan setiap pelanggaran yang terjadi memiliki cara – cara tersendiri untuk menyelesaikannya yaitu melalui hukum yang sudah diatur sedemikian rupa dalam Islam
Selain itu juga yang harus dilakukan oleh pemerintah ialah mengubah atau memperbaiki kekurangan – kekurangan yang terdapat pada Wilayatul Hisbah sehingga mereka dapat bekerja dengan baik, dan masyarakat menjadi lebih percaya dan tidak main hakim sendiri lagi. Dan diharapkan WH di Aceh menjadi WH yang bekerja karena Allah, bukan karena hukum.
Akhir kata semoga Islam di Aceh mendapat kajian ulang dari berbagai pihak sehingga Islam di Aceh tidak memiliki kekurangan dan tidak berhubungan dengan kekerasan dan benar – benar menjadi Islam yang bersih dan berwibawa. Dan semoga Aceh merupakan daerah pertama yang sukses menerapkan syariah Islam dan menjadi panutan bagi daerah – daerah lain untuk menerapkan juga syariah Islam di daerahnya.
~~wassalam~~
B
Sudah 7 tahun lamanya syariat Islam di Nanggroe Aceh Darrussalam diterapkan, namun apakah syariah Islam yang diterapkan di Aceh sudah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Aceh, ataukah masyarakat Aceh hanya melakukannya dikarenakan sanksi yang ia dapat jika tidak menjalankannya? Atau dikarenakan pandangan orang lain yang buruk karena ketidaktaatan pada agama?
Syariat Islam adalah ajaran Islam yang membicarakan amal manusia baik sebagai makluk ciptaan Allah maupun hamba Allah.
Terkait dengan susunan tertib Syari'at, Al Quran Surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan RasulNya belum menetapkan ketentuannya maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah.
Dengan demikian sudah pantaslah hukum yang berlaku di daerah tempat umat Islam berada adalah hukum yang sesuai dengan syariat Islam sendiri. Karena tidak ada hukum yang lebih baik melainkan hukum Al –Qur’an. Sehingga diterapkanlah syariat Islam di Aceh pada bulan Maret tahun 2001. Penerapan syariat Islam di Aceh didasarkan atas UU No. 44 tahun 1999 dan UU No. 18 tahun 2001.
Sebagaimana kita ketahui bahwa sejak bulan maret tahun 2001 di Aceh sudah diberlakukan hukum syariat Islam. Namun disini penulis melihat bahwa masih adanya banyak kelemahan pada syariat Islam di Aceh. Mungkin hal itu didasari bahwa pada dasarnya syariat Islam di Aceh lebih berkolerasi pada aspek politik untuk mengatasi konflik yang terjadi, bukan aspek agama. Disini penulis akan menjelaskan satu persatu tentang kelemahan syariat Islam di Aceh:
- Kurangnya sosialisi oleh pemerintah terhadap masyarakat setempat mengenai penerapan syariat Islam di Aceh
- Masih kurangnya aturan – aturan (qanun) yang dibuat
- Kelengahan, keterlambatan, dan ketidakberdayaan Wilayatul Hisbah (WH)
- Kurangnya alasan yang diberikan kepada masyarakat mengenai keberadaan syariat Islam di Aceh.
Kurangnya sosialisi oleh pemerintah terhadap masyarakat
Akibat dari kurangnya sosialisasi pemerintah mengenai penerapan syariat Islam di Aceh melandasi kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat setempat terhadap pelaku pelanggaran syariat Islam. Atas nama syariat Islam, seringkali pelaku pelanggaran menerima perlakuan tidak manusiawi dan penganiayaan dari masyarakat, seperti dimandikan dengan air comberan, diarak massa tanpa busana, bahkan sampai pada pelecehan seksual (contohnya pemaksaan adegan mesum di pantai Lhok Nga oleh oknum polisi Syariah). Kasus Mesum tahun 2007 di Abdya yang juga berakhir dengan pembakaran rumah seorang janda yang diduga sebagai pelaku perbuatan mesum oleh warga. Padahal untuk hal tersebut Allah telah menjelaskannya dengan sangat jelas didalam Al – Qur’an :
“Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (QS An-Nahl: 125).
Hal tersebut terjadi dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai syariat Islam secara terperinci sehingga ia tidak mengetahui qanun – qanun (aturan daerah) yang berlaku dan tidak tahu harus ditangkap dan dibawa kemana pelaku pelanggaran syariah. Hal itu disebabkan karena kurangnya sosialisasi syariat Islam oleh pemerintah kepada masyarakat
Masih kurangnya aturan – aturan (qanun) yang dibuat
Satu kelemahan yang sangat terlihat jelas bahwa masalah – masalah yang muncul ke permukaan adalah masalah – masalah yang terbilang dangkal seperti khalwat, khamar, judi, mesum, dsb. Sedangkan masalah – masalah yang lain seperti korupsi, memukul, menculik sama sekali tidak tampak. Jadi apakah memukul, korupsi, mengadili orang lain tanpa izin merupakan hal yang diterima dalam Islam? Lagipula masalah yang diangkat juga masalah yang jarang terjadi di Aceh, seperti mabuk – mabukan, hampir tidak terlihat di Aceh, tapi mengapa masalah diangkat bukanlah penggunaan narkoba yang aksesnya sangat mudah sekali di Aceh, yaitu hanya dari mulut ke mulut dapat mendapatkan 1 gram ganja dengan sangat mudah.
Kelengahan, keterlambatan, dan ketidakberdayaan WH
Wilayatul Hisbah atau yang biasa kita sebut dengan WH adalah polisi syariah yang bertanggung jawab untuk menangkap dan mengadili pelaku pelanggar syariah. Namun sayangnya pernah kedapatan bahwa WH tersebutlah yang melanggar syariah. Hal itu menandakan bahwa WH di NAD belum dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi masyarakat Aceh. Kelemahan lain dari WH ialah kelengahan dan keterlambatannya dalam menangkap para pelanggar syariah sehingga para pelanggar syariah banyak yang lebih dahulu diadili oleh masyarakat dengan cara kekerasan. Satu lagi yang patut diperhatikan ialah ketidakberdayaan WH ketika berhadapan dengan oknum – oknum yang pangkat dan kedudukannya jauh lebih tinggi, inilah salah satu alasan kenapa masyarakat banyak yang menggunakan caranya sendiri terlebih dahulu baru stelah itu diberikan kepada WH.
Kurangnya alasan yang diberikan kepada masyarakat mengenai keberadaan syariat Islam
Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui untuk apa syariat Islam itu dan apa sebenarnya fungsi syariat Islam itu. Ini semua dikarenakan yang menuntut untuk diadakannya syariat Islam di Aceh ialah dari kaum Ulama dan aktifis Mahasiswa sehingga banyak masyarakat yang terheran dengan keberadaan syariat Islam yang muncul secara tiba – tiba. Hal ini yang mendasari banyak masyarakat di Aceh hanya melaksanakan syariat Islam karena tuntutan hukum dan takut untuk dipandang negatif oleh orang lain.
Hal – hal di atas merupakan kelemahan dari syariat Islam di Aceh. Kelemahan – kelemahan diatas telah menyebabkan munculnya fakta – fakta yang tidak terelakkan di Aceh. Fakta – fakta tersebut ialah:
- Bertambahnya jumlah pelanggar syariah
- Banyak masyarakat gelisah dan mengeluh tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh yang sering sekali terdengar berbau kekerasan
- Buruknya pandangan masyarakat terhadap WH
- Masyarakat mengannggap syariat Islam sebagai suatu yang patut diwaspadai bukan diterapkan atau dilaksanakan atas kesadaran agama.
Bertambahnya jumlah pelanggaran syariah dewasa ini dikarenakan masyarakat Aceh tidak memandang syariat Islam itu sebagai sebuah hukum yang wajib dilakukan oleh mereka sebagi umat Islam namun hanya sebuah hukum yang berlaku di daerah mereka sehingga dengan mudahnya mereka melanggar syariat Islam ketika tidak ada pihak – pihak berwajib yang melihat.
Dari artikel yang penulis baca melihat bahwa banyak dari orang – orang yang menggunakan jilbab hanya ketika di kawasan umum atau sedang menaiki kendaraan roda dua menggunakan jelbab, lalu ketika ia sampai ditempat tujuan ia akan melepaskan jelbabnya walaupun ditempat itu ada orang yang bukan muhrimnya. Hal itu disebabkan masyarakat Aceh belum dapat menerima syariat Islam itu dengan baik sehingga hukum – hukum yang diterapkan hanya sebatas hukum diatas kertas saja, tapi tidak betul – betul diterima dengan sepenuh hati.
Hal lain yang perlu diperhatikan ialah masyarakat Aceh memandang WH sebagai suatu oknum yang dianggap berbahaya sehingga harus dihindari, bukan sebagai suatu teladan yang patut di contoh. Hal ini dikarenakan masyrakat Aceh melihat bahwa WH seperti bertindak hanya karena pekerjaan, bukan karena betul – betul ingin menegakkan syariat Islam, ini dapat dilihat dengan fakta dilapangan bahwa ada oknum WH yang tertangkap sedang berdua – duaan dengan pasangan yang bukan muhrimnya, alasan lain ialah tidak berani bertindaknya oknum WH terhadap oknum yang lebih tinngi jabatannya, padahal secara logika jika oknum WH tersebut betul – betul ingin menegakkan syariat Islam haruslah ia tanpa pandang bulu menangkap orang tersebut.
Menyimak keluhan dari masyarakat bahwa masih banyak pihak yang melaksanakan syariat Islam dengan cara kekerasan yang tanpa dibawa lebih dahulu kepada yang berwajib. Sedangkan pihak berwajib sama sekali tidak berdaya untuk mencegah meluasnya aksi kekerasan tersebut, hal ini dikarenakan keterlambatan polisi syariah dalam menindak dan kurang percayanya masyarakat pada polisi syariah sehingga menyebabkan mereka menghakimi pelaku dengan cara kekerasan.
Kesimpulan
Dalam penerapan syariat Islam di Aceh selama tiga tahun, penulis melihat adanya kelemahan yang timbul baik dari pihak masyarakat maupun dari pihak pemerintah Aceh. Kelemahan yang muncul dari pihak masyarakat lebih dikarenakan kelemahan yang muncul dari pemerintah Aceh. Kurangnya sosialisasi menyebabkan masyarakat menjadi seperti orang yang tidak tahu menahu masalah syariat dan menyebabkan banyaknya pandangan masyarakat yang menjadi salah tentang syariah. Timbulnya kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat yang main hakim sendiri lebih dikarenakan karena kurangnnya kinerja WH sehingga lebih dulu dihakimi oleh masyarakat, dan juga karena menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap WH.
Hal lain ialah banyak masyarakat yang menganngap Syariah Islam hanya sebagai peraturan semata sehingga mereka hanya melaksanakannya jika berada muka umum, hal itu juga menyebabkan banyaknya orang yang menindak syariat Islam malah adalah orang yang tidak pernah melakukan ibadah. Dia hanya membenci orang pelanggar syariah lebih karena itu adalah budaya di Aceh dan peraturan yang berlaku. Sehingga segala kelemahan yang terjadi dalam penerapan syariat Islam dikarenakan masyarakat masih hanya mengganggap syariat Islam hanya sebagai sebuah hukum dan WH (polisi syariah) menggapa pekerjaan mereka hanya sebagai pekerjaan biasa layaknya petugas keamanan bukan untuk betul – betul membuat orang melaksanakan perintah agama.
Solusi
Mengubah pemikiran (persepsi) masyarakat Aceh tentang syariah tidak dapat hanya dengan menjelaskan qanun – qanun yang berlaku. Tetapi juga menjelaskan secara mendetail alasan sebenarnya syariat Islam itu dibuat sehingga masyarakat menjadi lebih dapat menerima syariat Islam itu sebagai suatu kewajiban dan ketentuan agama, bukan hanya merupakan suatu hukum yang berlaku. Itulah sebenarnya yang harus dilakukan pemerintah lebih dahulu untuk mengatasi masalah syariah Islam yang terus bermunculan. Selain itu pemerintah aceh juga harus menjelaskan alasan Islam menetapkan hukum tersebut. Betapa Islam menghargai hak – hak setiap manusia dan menghargai manusia sehingga tidak ingin ada umat Islam yang merugi sedikitpun. Dan setiap pelanggaran yang terjadi memiliki cara – cara tersendiri untuk menyelesaikannya yaitu melalui hukum yang sudah diatur sedemikian rupa dalam Islam
Selain itu juga yang harus dilakukan oleh pemerintah ialah mengubah atau memperbaiki kekurangan – kekurangan yang terdapat pada Wilayatul Hisbah sehingga mereka dapat bekerja dengan baik, dan masyarakat menjadi lebih percaya dan tidak main hakim sendiri lagi. Dan diharapkan WH di Aceh menjadi WH yang bekerja karena Allah, bukan karena hukum.
Akhir kata semoga Islam di Aceh mendapat kajian ulang dari berbagai pihak sehingga Islam di Aceh tidak memiliki kekurangan dan tidak berhubungan dengan kekerasan dan benar – benar menjadi Islam yang bersih dan berwibawa. Dan semoga Aceh merupakan daerah pertama yang sukses menerapkan syariah Islam dan menjadi panutan bagi daerah – daerah lain untuk menerapkan juga syariah Islam di daerahnya.
~~wassalam~~
B
Pergaulanku Masa Depanku
vvbg Tema : Menjaga Alat Kesehatan Reproduksi
Subtema : Gaul tanpa HIV dan AIDS
PERGAULANKU, MASA DEPANKU
Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era global ini tidaklah mengesampingkan berbagai permasalahan yang ada. Masih banyak masalah-masalah yang menjadi tanggung jawab bangsa ini, salah satunya adalah pergaulan. Pergaulan menjadi masalah yang terus diperbincangkan dan menjadi topik hangat pada akhir dekade ini. Pergaulan yang secara kasat mata terlihat simple sebenarnya memiliki berbagai realita yang rumit.
Apakah itu pergaulan? Pentingkah itu pergaulan? Pertanyaan yang selalu muncul di benak kita. Pergaulan adalah bentuk perilaku sosial antara dua orang atau lebih yang saling berinteraksi satu sama lain. Pergaulan merupakan kebutuhan manusia sebagai mahluk sosial. Pergaulan juga dapat menunjang kehidupan manusia. Manusia dapat memperoleh masa depannya, pengalamannya, dan kesejahteraan hidupnya dengan bergaul. Dalam pergaulan sehari–hari dikenal pergaulan yang bersifat positif dan pergaulan yang bersifat negatif. Pergaulan yang bersifat positif adalah pergaulan yang sesuai dengan norma-norma agama dan norma–norma sosial. Pergaulan yang bersifat positif dapat meningkatkan pola pikir yang sehat dan kinerja yang baik. Sedangkan pergaulan yang bersifat negatif merupakan kebalikan dari pergaulan yang bersifat positif yaitu menimbulkan pola pikir yang tidak sehat dan kinerja yang buruk.
Pelajar merupakan salah satu komunitas sosial yang rentan akan pengaruh pergaulan, baik itu pergaulan yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Pergaulan yang bersifat positif dapat dilihat dari keseharian para pelajar yang bersama-sama mengejar prestasi. Pelajar dapat mengukir prestasi dalam berbagai bidang seperti Olimpiade Sains, KIR, olah raga, dan lain-lain. Pergaulan yang sehat telah mengangkat pola pikir mereka sehingga membentuk daya saing yang sehat pula. Dan itu menimbulkan rasa ingin mengukir prestasi di kalangan para pelajar tersebut. Disamping itu, pergaulan juga membuat para pelajar yang sedang mengukir prestasi untuk tetap konsisten di jalan mereka. Ini disebabkan adanya dukungan dari teman yang baik yang membuat mereka termotivasi untuk terus mengukir prestasi mereka.
Pergaulan yang bersifat positif juga dapat dilihat dari organisasi–organisasi yang ada di kalangan pelajar saat ini baik organisasi intrasekolah maupun antarsekolah. Sebutlah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan ROHIS (Rohani Islam) sebagai contoh organisasi intrasekolah lalu IT Community sebagai contoh organisasi antarsekolah. Bukan hanya dalam ruang lingkup sekolah atau pendidikan formal. Di lingkungan luar sekolahpun tampak bentuk pergaulan yang bersifat positif. Seperti berteman dengan anak lingkungan sekitar tempat tinggal, ataupun berteman secara online dengan anak yang tempat tinggalnya jauh. Namun berteman dengan anak di luar lingkungan sekolah bukanlah berarti kita dapat berteman dengan siapapun, kita juga harus memilih-milih teman. Karena bukan hanya pergaulan yang bersifat positif yang bisa kita dapatkan tetapi juga pergaulan yang bersifat negatif. Akibat dari berbagai contoh pergaulan positif tersebut dapat menciptakan pelajar-pelajar yang siap meneruskan masa depan guna membawa nama Indonesia dan Aceh khususnya menjadi lebih baik nantinya dan dapat mengabdi serta berbakti kepada bangsa dan negara.
Walaupun pergaulan bersifat positif menyebar luas di kalangan pelajar, namun bentuk lainnya, yaitu pergaulan yang bersifat negatif juga tidak kalah dominan. Memang pergaulan yang bersifat negatif tidak tampak secara langsung di kehidupan para pelajar. Pergaulan ini biasanya bersifat sembunyi-sembunyi dan terkesan seolah-olah tidak ada. Itu semua dilakukan untuk mempertahankan citra pergaulan di mata masyarakat. Padahal pada kenyataannya itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup pelajar Indonesia. Mungkin para pelajar bersaing dan belajar secara sehat di sekolah. Tetapi selepas dari sekolah mereka dapat dengan mudahnya melakukan hal–hal yang melanggar dari kode etik kesopanan maupun kode etik agama. Mungkin ada yang dapat kita lihat secara jelas seperti tawuran. Namun yang jauh lebih bermasalah ialah perbuatan yang tidak tampak secara langsung. Ini juga masih merupakan topik hangat yang masih sering diberitakan di media cetak maupun media elektornik saat ini yaitu Seks bebas dan penggunaan NAPZA.
Seks bebas atau free seks ialah hubungan seks yang dilakukan oleh seorang pria dengan seorang wanita di luar ikatan pernikahan. Seks bebas juga merupakan bentuk perilaku yang menyimpang dari norma agama maupun norma sosial. Seks bebas melanggar nilai-nilai budaya dan nilai-nilai sosial masyarakat Indonesia. Seks bebas dulunya merupakan sesuatu yang dianggap tabu dari pergaulan kita. Tetapi dewasa ini, seks bebas sudah menjadi hal yang sangat lazim di kalangan pelajar. Pergaulan saat ini menghalalkan seks bebas dan semua hal yang dianggap dapat memperindah pergaulan tersebut. Seks bebas sudah menjadi ikon pergaulan masyarakat Indonesia. Tidak gaul namanya pergaulan tanpa adanya seks bebas. Bahkan seseorang malah dijauhi dari komunitas pergaulannya ketika dirinya menolak melakukan seks bebas. Hasil survei yang dilakukan di 4 kota besar (Jabotabek, Bandung, Surabaya, dan Medan) menyatakan bahwa sesuai norma yang dianut, 89 % remaja tidak setuju seks pranikah, namun kenyataannya 82 % remaja punya teman yang telah melakukan seks pranikah, sekitar 66 % remaja punya teman yang hamil di luar nikah (hasil penelitian DKT Indonesia 2005). Badan Kesehatan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat menyatakan 63 % remaja Indonesia telah melakukan seks bebas (hasil penelitian BKKBN Pusat 2008). Hal tersebut merupakan angka yang sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara tebanyak yang penduduknya beragama Islam, dan Islam sangat melarang keras seks bebas. Walaupun sedemikian buruknya seks bebas di kalangan pelajar kita, seks bebas tidak dianggap perbuatan kriminal dalam hukum negara kita jika didasarkan atas suka sama suka.
Ada permasalahan yang jauh lebih besar yang dihadapi pergaulan anak Indonesia saat ini, dan ini juga merupakan salah satu bentuk dari perilaku kriminal, yaitu penyalahgunaan NAPZA. NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. NAPZA adalah bahan/ zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan/ psikologi seseorang (pikiran, perasaan, dan prilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. NAPZA ada yang dapat memberikan manfaat dan ada juga yang dapat membawa keburukan. Contoh penggunaan NAPZA yang membawa manfaat seperti penggunaan morfin, lazimnya sebagai alat bius pada bidang kedokteran . Namun yang menjadi masalah yang akan diperbincangkan saat ini bukanlah penggunaan NAPZA yang memberikan manfaat, tetapi penggunaan NAPZA yang membawa dampak buruk. Yaitu penggunaan NAPZA yang memberikan efek melayang dan halusinasi pada pemakainya. Jumlah penyalahgunaan NAPZA diketahui 1,5 % dari penduduk Indonesia (3,2 juta), dimana kelompok remaja 78 % (20-29 tahun), dan 71,75 % adalah penyalahgunaan ganja. Potensi kerugian bangsa akibat penyalahgunaan narkoba diperkirakan sebesar Rp 207 triliun per tahun. Setiap hari 54 orang meninggal akibat penyalahgunaan NAPZA, dari 54 orang yang meninggal 80 % diantaranya adalah usia remaja (BNN, Mei 2006). Mula mula hanya bermula dari seseorang pada suatu komunitas, hingga menyebar ke seluruh sistem pada komunitas tersebut. Penggunaan NAPZA menyebar dari satu orang ke orang lainnya, dari satu sekolah ke sekolah lainnya, bahkan dari satu daerah ke daerah lainnya. NAPZA merupakan kebutuhan hidup bagi pelajar yang sudah terikat oleh efek candunya. Banyak pelajar yang menggunakan NAPZA sebagai pelepas stres, penambah inspirasi, maupun sebagai gaya hidup dari pergaulannya. NAPZA bukan hal yang mudah untuk berhenti daripadanya karena sekali kita mencoba, mungkin kita tidak dapat berhenti darinya. Efek candu pada NAPZA membuat ketergantungan yang sangat kuat pada pemakainya. Dan yang lebih buruk adalah efek yang ditimbulkan dari NAPZA. NAPZA mempengaruhi kesehatan secara fisik, maupun secara kejiwaan/ mental. NAPZA dapat merusak sel saraf dan beberapa organ tubuh, dan dapat mengganggu kejiwaan pemakainya. Orang yang menggunakan NAPZA tampak pucat, kurus, dan bertingkah seperti orang gila. Namun walaupun demikian, sepertinya itu tidak menjadi masalah di mata para pelajar saat ini sehingga tanpa mempedulikan efeknya mereka dengan mudah mengkonsumsinya.
Dua perilaku buruk tersebut di atas yaitu seks bebas dan penggunaan NAPZA dapat membawa hal yang jauh lebih parah, yaitu dapat munculnya penyakit yang biasa disebut masyarakat sebagai penyakit kutukan Tuhan yaitu penyakit AIDS. AIDS adalah singkatan dari Aqcuired Immunodeficiency Syndrome. AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh inang yaitu dengan menyerang sel THelper CD4 (salah satu jenis sel darah putih). Virus ini menyerang sel CD4 yang berfungsi untuk mempertahankan tubuh dari patogen (zat asing yang berbahaya) yang menyebabkan sel CD4 tidak dapat berfungsi lagi. Ini mengakibatkan patogen dapat dengan mudah masuk ke tubuh manusia tanpa adanya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga pengidap AIDS jadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Penularan virus HIV dapat ditularkan melalui tiga cara yaitu melalui hubungan seks, penggunaan jarum suntik yang berlainan dan penularan dari Ibu terhadap bayinya. Dari tiga cara diatas dua diantaranya berasal dari perilaku menyimpang yang terdapat di kalangan pelajar. Kebiasaan pelajar melakukan seks bebas dan mengkonsumsi NAPZA dengan menggunakan jarum suntik yang sama dengan orang lain merupakan penyebab menyebarluasnya penyakit ini. Pelajar dengan mudahnya menjadi vektor (perantara atau pembawa) utama penyakit ini di Indonesia. Hasil survei menunjukkan dalam triwulan Januari hingga Maret 2009 dilaporkan tambahan kasus AIDS mencapai 854 kasus dan pengidap infeksi HIV mencapai 114, sehingga sampai saat ini penambahan selama triwulan pertama 2009 mencapai 986 kasus. Secara kemulatif pengidap HIV dan AIDS dari tanggal 1 Januari 1987 hingga 31 Maret 2009 terdiri dari HIV 6686 kasus, AIDS 16964 kasus, sehingga jumlah keseluruhannya mencapai 23632 kasus dengan kematian 3492 jiwa (hasil penelitian Dirjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Depkes RI 2009). Inilah dampak dari semua bentuk pergaulan yang bersifat negatif yaitu dengan tersebarluasnya penyakit ini. Dan ini semua merupakan salah kita sebagai remaja karena tidak menjaga bentuk pergaulan kita.
Berbagai hal tersebut bukan hanya masalah yang menjadi tanggung jawab para remaja, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. Pemerintah dan seluruh masyarakat harus mengubah gaya pergaulan yang ada di masyarakat kita. Seks bebas, NAPZA, sekarang sudah menjadi bagian dari trend masyarakat kita, dan otomatis efek yang ditimbulkan dari gaya hidup tersebut ialah menyebarluasnya virus HIV dan AIDS. Untuk memberantas hal tersebut bukanlah hal yang gampang. Hal yang paling dasar yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan pendidikan dan kualitas hidup. Jangan hanya masyarakat kelas atas dan menengah saja yang mendapatkan pendidikan yang layak, tetapi juga masyarakat kelas bawah. Pemerintah harus meningkatkan kualitas dan mutu tenaga pengajar terutama di bidang kesehatan reproduksi di seluruh sekolah, sehingga sosialisasi masalah kesehatan reproduksi (sexual and reproduction health) dan juga tentang bagaimana pergaulan yang baik, cara bergaul, dan kepada siapa saja kita mesti bergaul dapat diterima masyarakat Indonesia dengan baik. Selain itu sosialisasi yang tidak kalah pentingnya ialah sosialisasi mengenai HIV dan AIDS. Yaitu seperti bagaimana cara penularannya, seperti apa dampaknya, bagaimana cara mencegahnya juga merupakan hal-hal yang perlu diberikan.
Selain hal tersebut di atas, yang harus ditingkatkan adalah ketaatan/ rasa kepercayaan masyarakat terhadap agama karena jelas-jelas semua Agama yang ada di Indonesia sangat mengatur pergaulan tiap-tiap penganutnya. Agama juga memberitahu apa-apa yang mesti dijauhi dalam pergaulan. Namun jika hal-hal diatas masih belum mampu mengubah perilaku sebagian orang akan pergaulan yang buruk, tentu saja pemerintah harus mengeluarkan cara lebih keras lagi, misalnya pembatasan jam keluar malam.
Secara umum dipahami pergaulan bebas berpotensi menyebabkan suatu penyakit menular seksual yang salah satunya sangat berbahaya yaitu HIV dan AIDS. Dan jika seks bebas ini bisa dihindari HIV dan AIDS dapat dicegah penularannya. Upaya lain menurunkan penularan penyakit tersebut juga bisa dengan penggunaan kondom, dan penggunaan jarum suntik sekali pakai, sehingga sebaiknya pemerintah dapat membagikan kondom gratis jika pergaulan masyarakat kita masih belum dapat terbebas dari hal tersebut.
Dari uraian diatas kita dapat melihat bagaimana bentuk pergaulan yang ada saat ini di kalangan remaja Indonesia. Pergaulan yang dulunya suci, sekarang telah ternodai dengan barang-barang dan perilaku haram. Lebih dari setengah remaja di Indonesia telah mengotori pergaulan mereka. Dan yang lebih lagi, mereka melakukannya bukan dengan perasaan berdosa, tetapi dengan perasaan bangga dan menganggap itulah gaul yang sebenarnya. Seks Bebas, NAPZA, dan HIV dan AIDS. Ketiga hal yang menyebar secara merata di seluruh pelosok Indonesia. Seperti memperlihatkan cerminan seperti apa kaum muda penerus bangsa saat ini. Dan sekarang semuanya kembali lagi pada diri kita. Manakah yang kita pilih, pergaulan yang bersifat positif yang meningkatkan daya kompetisi dan kompetensi yang sehat atau pergaulan yang bersifat negatif yang mencakup ketiga hal buruk (seks bebas, NAPZA, dan HIV dan AIDS) tersebut. Pergaulan yang baikkah atau pergaulan yang burukkah yang akan kita pilih? Ya pertanyaan itu hanya kembali ke diri kita masing-masing sebagai masyarakat Indonesia. Itu merupakan tugas kita sebagai seorang remaja untuk menjaga bentuk-bentuk pergaulan kita. Karena masa depan bangsa ini berada di tangan kita remaja.
Sebaiknya kita dari sekarang mulai mengubah perilaku pergaulan yang ada pada diri kita dan lingkungan kita. Dan dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu tentunya. Jika kita telah dapat merubah diri kita, selanjutnya kita ubah pola pikir teman kita, lalu lingkungan kita, dan terakhir seluruh masyarakat Indonesia, agar terciptanya pergaulan yang baik, bebas HIV, NAPZA, dan seks bebas, dan sesuai juga dengan norma agama dan kesopanan yang berlaku. Itu bukan hanya akan mengangkat kejahteraan rakyat kita, tapi juga mengangkat nama Indonesia di mata dunia. Pergaulan kita saat ini menentukan nasib pergaulan kita di masa yang akan datang dan juga nasib bangsa ini. Kitalah yang membawa nama bangsa ini kedepan. “Berjayalah terus kaum muda Indonesia”.
Biodata Penulis
1. Nama lengkap : Muhammad Shanan Asyi
2. Tempat tanggal lahir : Banda Aceh, 30 Januari 1993
3. Sekolah : SMA Negeri 10 Fajar Harapan BandaAceh
4. Universitas : Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran
no telp. 0651-7409840
5. No. telepon : (0651) 31174
6. Email : shanan_az@yahoo.com
7. Alamat lengkap : Jl. Taqwa no. 11 Kel. Keuramat Banda Aceh
8. Motto hidup : Hidup bukan hanya untuk sekarang tetapi untuk hari esok dan waktu yang akan datang
9. Prestasi yang telah diraih : 1. Juara III Olimpiade Biologi kota Banda Aceh 2008
2. Juara I Olimpiade Biologi prov. NAD 2008
3. Peserta Olimpiade Sains Nasional Biologi 2008
4. Juara Harapan II Essay Injection FK Unsyiah prov. NAD 2008
5. Juara II Cerdas Cermat Reproductive Health prov. NAD 2009
6. Juara I Olimpiade Biologi kota Banda Aceh 2009
7. Semifinalis Cerdas Cermat LCTB prov. NAD 2009
8. Juara Harapan I Olimpiade Biologi prov. NAD 2009
9. Purna Paskibraka Indonesia prov. NAD 2009
10. Semifinalis LCTB IPB nasional 2009
11. Finalis IBSC FB UGM nasional 2009.
Subtema : Gaul tanpa HIV dan AIDS
PERGAULANKU, MASA DEPANKU
Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era global ini tidaklah mengesampingkan berbagai permasalahan yang ada. Masih banyak masalah-masalah yang menjadi tanggung jawab bangsa ini, salah satunya adalah pergaulan. Pergaulan menjadi masalah yang terus diperbincangkan dan menjadi topik hangat pada akhir dekade ini. Pergaulan yang secara kasat mata terlihat simple sebenarnya memiliki berbagai realita yang rumit.
Apakah itu pergaulan? Pentingkah itu pergaulan? Pertanyaan yang selalu muncul di benak kita. Pergaulan adalah bentuk perilaku sosial antara dua orang atau lebih yang saling berinteraksi satu sama lain. Pergaulan merupakan kebutuhan manusia sebagai mahluk sosial. Pergaulan juga dapat menunjang kehidupan manusia. Manusia dapat memperoleh masa depannya, pengalamannya, dan kesejahteraan hidupnya dengan bergaul. Dalam pergaulan sehari–hari dikenal pergaulan yang bersifat positif dan pergaulan yang bersifat negatif. Pergaulan yang bersifat positif adalah pergaulan yang sesuai dengan norma-norma agama dan norma–norma sosial. Pergaulan yang bersifat positif dapat meningkatkan pola pikir yang sehat dan kinerja yang baik. Sedangkan pergaulan yang bersifat negatif merupakan kebalikan dari pergaulan yang bersifat positif yaitu menimbulkan pola pikir yang tidak sehat dan kinerja yang buruk.
Pelajar merupakan salah satu komunitas sosial yang rentan akan pengaruh pergaulan, baik itu pergaulan yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Pergaulan yang bersifat positif dapat dilihat dari keseharian para pelajar yang bersama-sama mengejar prestasi. Pelajar dapat mengukir prestasi dalam berbagai bidang seperti Olimpiade Sains, KIR, olah raga, dan lain-lain. Pergaulan yang sehat telah mengangkat pola pikir mereka sehingga membentuk daya saing yang sehat pula. Dan itu menimbulkan rasa ingin mengukir prestasi di kalangan para pelajar tersebut. Disamping itu, pergaulan juga membuat para pelajar yang sedang mengukir prestasi untuk tetap konsisten di jalan mereka. Ini disebabkan adanya dukungan dari teman yang baik yang membuat mereka termotivasi untuk terus mengukir prestasi mereka.
Pergaulan yang bersifat positif juga dapat dilihat dari organisasi–organisasi yang ada di kalangan pelajar saat ini baik organisasi intrasekolah maupun antarsekolah. Sebutlah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan ROHIS (Rohani Islam) sebagai contoh organisasi intrasekolah lalu IT Community sebagai contoh organisasi antarsekolah. Bukan hanya dalam ruang lingkup sekolah atau pendidikan formal. Di lingkungan luar sekolahpun tampak bentuk pergaulan yang bersifat positif. Seperti berteman dengan anak lingkungan sekitar tempat tinggal, ataupun berteman secara online dengan anak yang tempat tinggalnya jauh. Namun berteman dengan anak di luar lingkungan sekolah bukanlah berarti kita dapat berteman dengan siapapun, kita juga harus memilih-milih teman. Karena bukan hanya pergaulan yang bersifat positif yang bisa kita dapatkan tetapi juga pergaulan yang bersifat negatif. Akibat dari berbagai contoh pergaulan positif tersebut dapat menciptakan pelajar-pelajar yang siap meneruskan masa depan guna membawa nama Indonesia dan Aceh khususnya menjadi lebih baik nantinya dan dapat mengabdi serta berbakti kepada bangsa dan negara.
Walaupun pergaulan bersifat positif menyebar luas di kalangan pelajar, namun bentuk lainnya, yaitu pergaulan yang bersifat negatif juga tidak kalah dominan. Memang pergaulan yang bersifat negatif tidak tampak secara langsung di kehidupan para pelajar. Pergaulan ini biasanya bersifat sembunyi-sembunyi dan terkesan seolah-olah tidak ada. Itu semua dilakukan untuk mempertahankan citra pergaulan di mata masyarakat. Padahal pada kenyataannya itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup pelajar Indonesia. Mungkin para pelajar bersaing dan belajar secara sehat di sekolah. Tetapi selepas dari sekolah mereka dapat dengan mudahnya melakukan hal–hal yang melanggar dari kode etik kesopanan maupun kode etik agama. Mungkin ada yang dapat kita lihat secara jelas seperti tawuran. Namun yang jauh lebih bermasalah ialah perbuatan yang tidak tampak secara langsung. Ini juga masih merupakan topik hangat yang masih sering diberitakan di media cetak maupun media elektornik saat ini yaitu Seks bebas dan penggunaan NAPZA.
Seks bebas atau free seks ialah hubungan seks yang dilakukan oleh seorang pria dengan seorang wanita di luar ikatan pernikahan. Seks bebas juga merupakan bentuk perilaku yang menyimpang dari norma agama maupun norma sosial. Seks bebas melanggar nilai-nilai budaya dan nilai-nilai sosial masyarakat Indonesia. Seks bebas dulunya merupakan sesuatu yang dianggap tabu dari pergaulan kita. Tetapi dewasa ini, seks bebas sudah menjadi hal yang sangat lazim di kalangan pelajar. Pergaulan saat ini menghalalkan seks bebas dan semua hal yang dianggap dapat memperindah pergaulan tersebut. Seks bebas sudah menjadi ikon pergaulan masyarakat Indonesia. Tidak gaul namanya pergaulan tanpa adanya seks bebas. Bahkan seseorang malah dijauhi dari komunitas pergaulannya ketika dirinya menolak melakukan seks bebas. Hasil survei yang dilakukan di 4 kota besar (Jabotabek, Bandung, Surabaya, dan Medan) menyatakan bahwa sesuai norma yang dianut, 89 % remaja tidak setuju seks pranikah, namun kenyataannya 82 % remaja punya teman yang telah melakukan seks pranikah, sekitar 66 % remaja punya teman yang hamil di luar nikah (hasil penelitian DKT Indonesia 2005). Badan Kesehatan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat menyatakan 63 % remaja Indonesia telah melakukan seks bebas (hasil penelitian BKKBN Pusat 2008). Hal tersebut merupakan angka yang sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara tebanyak yang penduduknya beragama Islam, dan Islam sangat melarang keras seks bebas. Walaupun sedemikian buruknya seks bebas di kalangan pelajar kita, seks bebas tidak dianggap perbuatan kriminal dalam hukum negara kita jika didasarkan atas suka sama suka.
Ada permasalahan yang jauh lebih besar yang dihadapi pergaulan anak Indonesia saat ini, dan ini juga merupakan salah satu bentuk dari perilaku kriminal, yaitu penyalahgunaan NAPZA. NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. NAPZA adalah bahan/ zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan/ psikologi seseorang (pikiran, perasaan, dan prilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. NAPZA ada yang dapat memberikan manfaat dan ada juga yang dapat membawa keburukan. Contoh penggunaan NAPZA yang membawa manfaat seperti penggunaan morfin, lazimnya sebagai alat bius pada bidang kedokteran . Namun yang menjadi masalah yang akan diperbincangkan saat ini bukanlah penggunaan NAPZA yang memberikan manfaat, tetapi penggunaan NAPZA yang membawa dampak buruk. Yaitu penggunaan NAPZA yang memberikan efek melayang dan halusinasi pada pemakainya. Jumlah penyalahgunaan NAPZA diketahui 1,5 % dari penduduk Indonesia (3,2 juta), dimana kelompok remaja 78 % (20-29 tahun), dan 71,75 % adalah penyalahgunaan ganja. Potensi kerugian bangsa akibat penyalahgunaan narkoba diperkirakan sebesar Rp 207 triliun per tahun. Setiap hari 54 orang meninggal akibat penyalahgunaan NAPZA, dari 54 orang yang meninggal 80 % diantaranya adalah usia remaja (BNN, Mei 2006). Mula mula hanya bermula dari seseorang pada suatu komunitas, hingga menyebar ke seluruh sistem pada komunitas tersebut. Penggunaan NAPZA menyebar dari satu orang ke orang lainnya, dari satu sekolah ke sekolah lainnya, bahkan dari satu daerah ke daerah lainnya. NAPZA merupakan kebutuhan hidup bagi pelajar yang sudah terikat oleh efek candunya. Banyak pelajar yang menggunakan NAPZA sebagai pelepas stres, penambah inspirasi, maupun sebagai gaya hidup dari pergaulannya. NAPZA bukan hal yang mudah untuk berhenti daripadanya karena sekali kita mencoba, mungkin kita tidak dapat berhenti darinya. Efek candu pada NAPZA membuat ketergantungan yang sangat kuat pada pemakainya. Dan yang lebih buruk adalah efek yang ditimbulkan dari NAPZA. NAPZA mempengaruhi kesehatan secara fisik, maupun secara kejiwaan/ mental. NAPZA dapat merusak sel saraf dan beberapa organ tubuh, dan dapat mengganggu kejiwaan pemakainya. Orang yang menggunakan NAPZA tampak pucat, kurus, dan bertingkah seperti orang gila. Namun walaupun demikian, sepertinya itu tidak menjadi masalah di mata para pelajar saat ini sehingga tanpa mempedulikan efeknya mereka dengan mudah mengkonsumsinya.
Dua perilaku buruk tersebut di atas yaitu seks bebas dan penggunaan NAPZA dapat membawa hal yang jauh lebih parah, yaitu dapat munculnya penyakit yang biasa disebut masyarakat sebagai penyakit kutukan Tuhan yaitu penyakit AIDS. AIDS adalah singkatan dari Aqcuired Immunodeficiency Syndrome. AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh inang yaitu dengan menyerang sel THelper CD4 (salah satu jenis sel darah putih). Virus ini menyerang sel CD4 yang berfungsi untuk mempertahankan tubuh dari patogen (zat asing yang berbahaya) yang menyebabkan sel CD4 tidak dapat berfungsi lagi. Ini mengakibatkan patogen dapat dengan mudah masuk ke tubuh manusia tanpa adanya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga pengidap AIDS jadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Penularan virus HIV dapat ditularkan melalui tiga cara yaitu melalui hubungan seks, penggunaan jarum suntik yang berlainan dan penularan dari Ibu terhadap bayinya. Dari tiga cara diatas dua diantaranya berasal dari perilaku menyimpang yang terdapat di kalangan pelajar. Kebiasaan pelajar melakukan seks bebas dan mengkonsumsi NAPZA dengan menggunakan jarum suntik yang sama dengan orang lain merupakan penyebab menyebarluasnya penyakit ini. Pelajar dengan mudahnya menjadi vektor (perantara atau pembawa) utama penyakit ini di Indonesia. Hasil survei menunjukkan dalam triwulan Januari hingga Maret 2009 dilaporkan tambahan kasus AIDS mencapai 854 kasus dan pengidap infeksi HIV mencapai 114, sehingga sampai saat ini penambahan selama triwulan pertama 2009 mencapai 986 kasus. Secara kemulatif pengidap HIV dan AIDS dari tanggal 1 Januari 1987 hingga 31 Maret 2009 terdiri dari HIV 6686 kasus, AIDS 16964 kasus, sehingga jumlah keseluruhannya mencapai 23632 kasus dengan kematian 3492 jiwa (hasil penelitian Dirjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Depkes RI 2009). Inilah dampak dari semua bentuk pergaulan yang bersifat negatif yaitu dengan tersebarluasnya penyakit ini. Dan ini semua merupakan salah kita sebagai remaja karena tidak menjaga bentuk pergaulan kita.
Berbagai hal tersebut bukan hanya masalah yang menjadi tanggung jawab para remaja, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. Pemerintah dan seluruh masyarakat harus mengubah gaya pergaulan yang ada di masyarakat kita. Seks bebas, NAPZA, sekarang sudah menjadi bagian dari trend masyarakat kita, dan otomatis efek yang ditimbulkan dari gaya hidup tersebut ialah menyebarluasnya virus HIV dan AIDS. Untuk memberantas hal tersebut bukanlah hal yang gampang. Hal yang paling dasar yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan pendidikan dan kualitas hidup. Jangan hanya masyarakat kelas atas dan menengah saja yang mendapatkan pendidikan yang layak, tetapi juga masyarakat kelas bawah. Pemerintah harus meningkatkan kualitas dan mutu tenaga pengajar terutama di bidang kesehatan reproduksi di seluruh sekolah, sehingga sosialisasi masalah kesehatan reproduksi (sexual and reproduction health) dan juga tentang bagaimana pergaulan yang baik, cara bergaul, dan kepada siapa saja kita mesti bergaul dapat diterima masyarakat Indonesia dengan baik. Selain itu sosialisasi yang tidak kalah pentingnya ialah sosialisasi mengenai HIV dan AIDS. Yaitu seperti bagaimana cara penularannya, seperti apa dampaknya, bagaimana cara mencegahnya juga merupakan hal-hal yang perlu diberikan.
Selain hal tersebut di atas, yang harus ditingkatkan adalah ketaatan/ rasa kepercayaan masyarakat terhadap agama karena jelas-jelas semua Agama yang ada di Indonesia sangat mengatur pergaulan tiap-tiap penganutnya. Agama juga memberitahu apa-apa yang mesti dijauhi dalam pergaulan. Namun jika hal-hal diatas masih belum mampu mengubah perilaku sebagian orang akan pergaulan yang buruk, tentu saja pemerintah harus mengeluarkan cara lebih keras lagi, misalnya pembatasan jam keluar malam.
Secara umum dipahami pergaulan bebas berpotensi menyebabkan suatu penyakit menular seksual yang salah satunya sangat berbahaya yaitu HIV dan AIDS. Dan jika seks bebas ini bisa dihindari HIV dan AIDS dapat dicegah penularannya. Upaya lain menurunkan penularan penyakit tersebut juga bisa dengan penggunaan kondom, dan penggunaan jarum suntik sekali pakai, sehingga sebaiknya pemerintah dapat membagikan kondom gratis jika pergaulan masyarakat kita masih belum dapat terbebas dari hal tersebut.
Dari uraian diatas kita dapat melihat bagaimana bentuk pergaulan yang ada saat ini di kalangan remaja Indonesia. Pergaulan yang dulunya suci, sekarang telah ternodai dengan barang-barang dan perilaku haram. Lebih dari setengah remaja di Indonesia telah mengotori pergaulan mereka. Dan yang lebih lagi, mereka melakukannya bukan dengan perasaan berdosa, tetapi dengan perasaan bangga dan menganggap itulah gaul yang sebenarnya. Seks Bebas, NAPZA, dan HIV dan AIDS. Ketiga hal yang menyebar secara merata di seluruh pelosok Indonesia. Seperti memperlihatkan cerminan seperti apa kaum muda penerus bangsa saat ini. Dan sekarang semuanya kembali lagi pada diri kita. Manakah yang kita pilih, pergaulan yang bersifat positif yang meningkatkan daya kompetisi dan kompetensi yang sehat atau pergaulan yang bersifat negatif yang mencakup ketiga hal buruk (seks bebas, NAPZA, dan HIV dan AIDS) tersebut. Pergaulan yang baikkah atau pergaulan yang burukkah yang akan kita pilih? Ya pertanyaan itu hanya kembali ke diri kita masing-masing sebagai masyarakat Indonesia. Itu merupakan tugas kita sebagai seorang remaja untuk menjaga bentuk-bentuk pergaulan kita. Karena masa depan bangsa ini berada di tangan kita remaja.
Sebaiknya kita dari sekarang mulai mengubah perilaku pergaulan yang ada pada diri kita dan lingkungan kita. Dan dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu tentunya. Jika kita telah dapat merubah diri kita, selanjutnya kita ubah pola pikir teman kita, lalu lingkungan kita, dan terakhir seluruh masyarakat Indonesia, agar terciptanya pergaulan yang baik, bebas HIV, NAPZA, dan seks bebas, dan sesuai juga dengan norma agama dan kesopanan yang berlaku. Itu bukan hanya akan mengangkat kejahteraan rakyat kita, tapi juga mengangkat nama Indonesia di mata dunia. Pergaulan kita saat ini menentukan nasib pergaulan kita di masa yang akan datang dan juga nasib bangsa ini. Kitalah yang membawa nama bangsa ini kedepan. “Berjayalah terus kaum muda Indonesia”.
Biodata Penulis
1. Nama lengkap : Muhammad Shanan Asyi
2. Tempat tanggal lahir : Banda Aceh, 30 Januari 1993
3. Sekolah : SMA Negeri 10 Fajar Harapan BandaAceh
4. Universitas : Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran
no telp. 0651-7409840
5. No. telepon : (0651) 31174
6. Email : shanan_az@yahoo.com
7. Alamat lengkap : Jl. Taqwa no. 11 Kel. Keuramat Banda Aceh
8. Motto hidup : Hidup bukan hanya untuk sekarang tetapi untuk hari esok dan waktu yang akan datang
9. Prestasi yang telah diraih : 1. Juara III Olimpiade Biologi kota Banda Aceh 2008
2. Juara I Olimpiade Biologi prov. NAD 2008
3. Peserta Olimpiade Sains Nasional Biologi 2008
4. Juara Harapan II Essay Injection FK Unsyiah prov. NAD 2008
5. Juara II Cerdas Cermat Reproductive Health prov. NAD 2009
6. Juara I Olimpiade Biologi kota Banda Aceh 2009
7. Semifinalis Cerdas Cermat LCTB prov. NAD 2009
8. Juara Harapan I Olimpiade Biologi prov. NAD 2009
9. Purna Paskibraka Indonesia prov. NAD 2009
10. Semifinalis LCTB IPB nasional 2009
11. Finalis IBSC FB UGM nasional 2009.
Hidup Sehat dengan Akal Sehat
Hidup Sehat dengan Akal Sehat
Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era global ini membawa kemajuan di berbagai bidang. Kemajuan yang terjadi menyebabkan praktisnya berbagai hal. Kepraktisan yang terjadi berdampak pada berubahnya gaya hidup. Perubahan gaya hidup mempengaruhi seluruh sektor kehidupan, dan yang paling utama ialah kesehatan
Kesehatan dunia saat ini berada dalam masalah yang besar. Munculnya berbagai penyakit baru setiap saatnya merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Kebanyakan dari penyakit bukanlah seperti penyakit biasa yang dapat disembuhkan dengan antibiotik, atau disembuhkan dengan vaksin, penyakit yang ada ialah penyakit yang timbul dari ketidakteraturan gaya hidup. Contoh penyakit ini ialah dibetes, hipertensi, stroke, kanker. Memang pengobatan untuk penyakit-penyakit tersebut bukanlah hal yang mudah. Penyakit-penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan hanya dengan meminum obat. Pengobatan atau penyembuhan untukk penyakit-penyakit tersebut menggunakan metode yang mahal bahkan disertai operasi. Selain mahal dibutuhkan waktu yang lama dalam masa penyembuhan dan penyembuhannya. Selain itu beberapa dari penyakit tersebut belum ditemukan obat dan metode penyembuhannya.Pencegahan dari penyakit – penyakit diatasbukanlah hal yang tergolong sulit, hal tersebut dapat dilakukan dengan menyiasati gaya hidup. Gaya hidup dikatakan disini ialah mencakup pola makan, aktivitas, olahraga, dan pola pikir.
Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era global ini membawa kemajuan di berbagai bidang. Kemajuan yang terjadi menyebabkan praktisnya berbagai hal. Kepraktisan yang terjadi berdampak pada berubahnya gaya hidup. Perubahan gaya hidup mempengaruhi seluruh sektor kehidupan, dan yang paling utama ialah kesehatan
Kesehatan dunia saat ini berada dalam masalah yang besar. Munculnya berbagai penyakit baru setiap saatnya merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Kebanyakan dari penyakit bukanlah seperti penyakit biasa yang dapat disembuhkan dengan antibiotik, atau disembuhkan dengan vaksin, penyakit yang ada ialah penyakit yang timbul dari ketidakteraturan gaya hidup. Contoh penyakit ini ialah dibetes, hipertensi, stroke, kanker. Memang pengobatan untuk penyakit-penyakit tersebut bukanlah hal yang mudah. Penyakit-penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan hanya dengan meminum obat. Pengobatan atau penyembuhan untukk penyakit-penyakit tersebut menggunakan metode yang mahal bahkan disertai operasi. Selain mahal dibutuhkan waktu yang lama dalam masa penyembuhan dan penyembuhannya. Selain itu beberapa dari penyakit tersebut belum ditemukan obat dan metode penyembuhannya.Pencegahan dari penyakit – penyakit diatasbukanlah hal yang tergolong sulit, hal tersebut dapat dilakukan dengan menyiasati gaya hidup. Gaya hidup dikatakan disini ialah mencakup pola makan, aktivitas, olahraga, dan pola pikir.
Islamic Medicine
Tema: Pentingnya Kedokteran Islam dalam Menjawab Tantangan Era Globalisasi
Kedokteran Islam, Ilmu yang Universal
Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak dapat dipungkiri itu juga ikut merubah perilaku dan gaya hidup masyarakat. Gaya hidup masyarakat yang dulunya cenderung sehat, kini telah berubah. Berubahnya perilaku masyarakat telah memicu berbagai macam penyakit, dari yang ringan hingga berat. Akibatnya penyakit-penyakit yang mematikan sekarang mengidap sebagian besar masyarakat, sebut saja kanker, diabetes, sakit jantung koroner, dan masih banyak lagi penyakit lainya. Terlebih lagi kebanyakan dari penyakit tersebut ialah penyakit menahun, atau dalam kata lain penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
Penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan saat ini menyebabkan ratusan ilmuwan terus meneliti seperti apa treatment untuk mencegahnya, berbagai macam treatment telah ditemukan, sebagai contoh pengobatan kanker stadium awal, namun efektivitas treatment tersebut tidaklah 100 persen karena juga bergantung pada individu-individu tersebut. Selain itu juga masih banyak penyakit yang masih belum ditemukan treatmentnya oleh ilmuwan, yang mengakibatkan terus munculnya kecemasan di masyarakat.
Menanggapi masalah-masalah tersebut saat ini ilmu kedokteran islam sering menjadi perbincangan para ahli. Ilmu kedokteran yang didefinisikan sebagai ilmu kedokteran yang model, dasar, konsep, nilai, dan prosedur-prosedurnya sesuai atau tidak berlawanan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ilmu kedokteran islam itu universal, mencakup semua aspek, fleksibel, dan mengijinkan pertumbuhan serta perkembangan berbagai metode investigasi dan pengobatan penyakit. Definisi tersebut memerlukan perubahan dasar dari sistem pengobatan. Dengan demikian, ilmu kedokteran Islam merupakan hasil sebuah kritik Islami dan reformulasi paradigma dasar, metodologi penelitian, pembelajaran, dan pelatihan ilmu kedokteran. Proses perubahan konseptual ini juga memerlukan Islamisasi ilmu kedokteran. Hasil akhir dari proses Islamisasi tidak akan menjadi sistem pengobatan, perawatan, atau prosedur bagi umat Muslim saja tetapi juga bagi seluruh umat manusia karena Islam merupakan sebuah tata nilai yang universal dan objektif. Islamisasi bukan berarti ilmu pengobatan keagamaan, kedaerahan, atau yang lebih sempit tetapi membuatnya luar biasa bagi seluruh umat manusia (diprentasikan dalam seminar di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), pada bulan januari 2009).
Ilmu kedokteran islam yang dimana dalam pengobatannya melakukan pendekatan terhadap Al-Qur’an dan Hadits telah berhasil mengobati berbagai macam penyakit tanpa perlu menggunakan obat-obat secara berlebih, bahkan ada yang berhasil tanpa menggunakan obat sama sekali. Ilmu Kedokteran Islam telah berhasil mengobati penyakit menahun. Dari orang yang mengidap penyakit menahun (seumur hidup), setelah diobati dengan tata cara ilmu kedokteran islam menghasilkan hasil yang sangat menabjubkan, 70-80 persen orang yang menderita penyakit menahun atas izin Allah SWT dapat disembuhkan, bukan hanya itu, 25 persen dari penyakit kanker akut juga berhasil disembuhkan (hasil survey pada Islamic Medical Centre Florida, Amerika Serikat, 2000).
Perbedaan yang paling mendasar dari ilmu kedokteran Islam dengan Ilmu Kedokteran modern ialah ilmu kedokteran modern menggunakan prinsip treat the disease, sedangkan ilmu kedokteran Islam memiliki prinsip treat the patient, jadi kita benar-benar mengobati pasien sebagai seorang manusia yang lengkap dengan segala kompleksitasnya, baik dari psikologinya, agamanya, ekonominya, maupun sosio-kulturalnya. Bayangkan jika kita hanya mengobati penyakitnya pasien, mungkin penyakit itu dapat sembuh, namun kalu penyakitnya sering kambuh lagi itu sama saja dia masih sakit dan belum disembuhkan. Ilmu kedokteran Islam memegang konsep utama miracle to heal by itself, yaitu kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri (berkaitan dengan sistem imunitas), sehingga paradigma utama kedokteran Islam ialah bagaimana kita membuat tubuh kita ini sehat, sehingga penyakit itu akan kabur dengan sendirinya. Selain itu ilmu kedokteran Islam juga memposisikan psikologi pasien agar selalu berpikir positif, mengelola pikirannya dan menyerahkan segala masalah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebenarnya Ilmu Kedokteran yang modern sekarang bermula dengan adanya ilmu kedokteran Islam oleh dokter-dokter Islam yang terdahulu. Masa keemasan kedokteran Islam ialah pada abad pertengahan (8-13M) yang hasil-hasil karyanya masih menjadi buku pegangan sekolah-sekolah kedokteran modern sampai abad 19M. Salah satu dokter besar kedokteran Islam yang terkemuka ialah Ibnu Sina atau dalam dunia kedokteran modern dikenal dengan nama Avicenna, yang mana karya-karyanya sangat berpengaruh kuat pada ilmu kedokteran modern. Hal-hal tersebut dapat menjelaskan bahwa karena ada ilmu kedokteran islamlah ilmu kedokteran modern ada, tanpa kedokteran Islam, kedokteran modern juga tidak akan ada.
Era globalisasi saat ini benar-benar telah menyebabkan berbagai penyakit berat serta menahun menjangkit semua manusia di bumi. Ilmu kedokteran Islam yang mengedepankan pengobatan berdasarkan Al-Quran dan As-sunnah telah berhasil mengobati berbagai macam penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh ilmu kedokteran modern. “Semua penyakit pasti ada obatnya”, ilmu kedokteran Islam berpegang teguh pada hadits Rasulullah SAW tersebut dan berhasil membuktikannya dengan menyembuhkan penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan sebelumnya.
Kedokteran Islam, Ilmu yang Universal
Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak dapat dipungkiri itu juga ikut merubah perilaku dan gaya hidup masyarakat. Gaya hidup masyarakat yang dulunya cenderung sehat, kini telah berubah. Berubahnya perilaku masyarakat telah memicu berbagai macam penyakit, dari yang ringan hingga berat. Akibatnya penyakit-penyakit yang mematikan sekarang mengidap sebagian besar masyarakat, sebut saja kanker, diabetes, sakit jantung koroner, dan masih banyak lagi penyakit lainya. Terlebih lagi kebanyakan dari penyakit tersebut ialah penyakit menahun, atau dalam kata lain penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
Penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan saat ini menyebabkan ratusan ilmuwan terus meneliti seperti apa treatment untuk mencegahnya, berbagai macam treatment telah ditemukan, sebagai contoh pengobatan kanker stadium awal, namun efektivitas treatment tersebut tidaklah 100 persen karena juga bergantung pada individu-individu tersebut. Selain itu juga masih banyak penyakit yang masih belum ditemukan treatmentnya oleh ilmuwan, yang mengakibatkan terus munculnya kecemasan di masyarakat.
Menanggapi masalah-masalah tersebut saat ini ilmu kedokteran islam sering menjadi perbincangan para ahli. Ilmu kedokteran yang didefinisikan sebagai ilmu kedokteran yang model, dasar, konsep, nilai, dan prosedur-prosedurnya sesuai atau tidak berlawanan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ilmu kedokteran islam itu universal, mencakup semua aspek, fleksibel, dan mengijinkan pertumbuhan serta perkembangan berbagai metode investigasi dan pengobatan penyakit. Definisi tersebut memerlukan perubahan dasar dari sistem pengobatan. Dengan demikian, ilmu kedokteran Islam merupakan hasil sebuah kritik Islami dan reformulasi paradigma dasar, metodologi penelitian, pembelajaran, dan pelatihan ilmu kedokteran. Proses perubahan konseptual ini juga memerlukan Islamisasi ilmu kedokteran. Hasil akhir dari proses Islamisasi tidak akan menjadi sistem pengobatan, perawatan, atau prosedur bagi umat Muslim saja tetapi juga bagi seluruh umat manusia karena Islam merupakan sebuah tata nilai yang universal dan objektif. Islamisasi bukan berarti ilmu pengobatan keagamaan, kedaerahan, atau yang lebih sempit tetapi membuatnya luar biasa bagi seluruh umat manusia (diprentasikan dalam seminar di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), pada bulan januari 2009).
Ilmu kedokteran islam yang dimana dalam pengobatannya melakukan pendekatan terhadap Al-Qur’an dan Hadits telah berhasil mengobati berbagai macam penyakit tanpa perlu menggunakan obat-obat secara berlebih, bahkan ada yang berhasil tanpa menggunakan obat sama sekali. Ilmu Kedokteran Islam telah berhasil mengobati penyakit menahun. Dari orang yang mengidap penyakit menahun (seumur hidup), setelah diobati dengan tata cara ilmu kedokteran islam menghasilkan hasil yang sangat menabjubkan, 70-80 persen orang yang menderita penyakit menahun atas izin Allah SWT dapat disembuhkan, bukan hanya itu, 25 persen dari penyakit kanker akut juga berhasil disembuhkan (hasil survey pada Islamic Medical Centre Florida, Amerika Serikat, 2000).
Perbedaan yang paling mendasar dari ilmu kedokteran Islam dengan Ilmu Kedokteran modern ialah ilmu kedokteran modern menggunakan prinsip treat the disease, sedangkan ilmu kedokteran Islam memiliki prinsip treat the patient, jadi kita benar-benar mengobati pasien sebagai seorang manusia yang lengkap dengan segala kompleksitasnya, baik dari psikologinya, agamanya, ekonominya, maupun sosio-kulturalnya. Bayangkan jika kita hanya mengobati penyakitnya pasien, mungkin penyakit itu dapat sembuh, namun kalu penyakitnya sering kambuh lagi itu sama saja dia masih sakit dan belum disembuhkan. Ilmu kedokteran Islam memegang konsep utama miracle to heal by itself, yaitu kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri (berkaitan dengan sistem imunitas), sehingga paradigma utama kedokteran Islam ialah bagaimana kita membuat tubuh kita ini sehat, sehingga penyakit itu akan kabur dengan sendirinya. Selain itu ilmu kedokteran Islam juga memposisikan psikologi pasien agar selalu berpikir positif, mengelola pikirannya dan menyerahkan segala masalah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebenarnya Ilmu Kedokteran yang modern sekarang bermula dengan adanya ilmu kedokteran Islam oleh dokter-dokter Islam yang terdahulu. Masa keemasan kedokteran Islam ialah pada abad pertengahan (8-13M) yang hasil-hasil karyanya masih menjadi buku pegangan sekolah-sekolah kedokteran modern sampai abad 19M. Salah satu dokter besar kedokteran Islam yang terkemuka ialah Ibnu Sina atau dalam dunia kedokteran modern dikenal dengan nama Avicenna, yang mana karya-karyanya sangat berpengaruh kuat pada ilmu kedokteran modern. Hal-hal tersebut dapat menjelaskan bahwa karena ada ilmu kedokteran islamlah ilmu kedokteran modern ada, tanpa kedokteran Islam, kedokteran modern juga tidak akan ada.
Era globalisasi saat ini benar-benar telah menyebabkan berbagai penyakit berat serta menahun menjangkit semua manusia di bumi. Ilmu kedokteran Islam yang mengedepankan pengobatan berdasarkan Al-Quran dan As-sunnah telah berhasil mengobati berbagai macam penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh ilmu kedokteran modern. “Semua penyakit pasti ada obatnya”, ilmu kedokteran Islam berpegang teguh pada hadits Rasulullah SAW tersebut dan berhasil membuktikannya dengan menyembuhkan penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan sebelumnya.
Pemuda Islam Perlihatkanlah Jati Dirimu
Tema : Eksistensi Pemuda Islam dalam Mengembangkan Peradaban Islam di Tengah Era Globalisasi Subtema : Melejitkan Potensi Pemuda Muslim untuk Berprestasi
Pemuda Islam Perlihatkanlah Jati Dirimu!
Pernahkah kita mendengar nama-nama seperti Ibnu Sina, Harun Al- Rasyid, Ali bin Abi Thalib, para pemuda Islam yang mengibarkan nama-nama Islam pada masanya, yang membawa Islam berada pada puncak kejayaannya. Saat itu Islam benar-benar berkibar di dunia, tanpa ada yang dapat menyainginya. Peradaban Islam pada saat itu merupakan peradaban yang sangat luar biasa yang pernah tercatat dalam sejarah. Namun sekarang, adakah pengganti nama-nama tersebut. Sehebat apakah peradaban Islam sekarang? Siapakah ilmuwan terkemuka Islam saat ini? Apakah ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan yang muncul berasal dari seorang pemuda Islam?
Sejarah telah memperlihatkan bahwa sekitar abad 7-13 M itulah masa-masa puncak kejayaan Islam, dimana semua ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan berasal dari Islam, sebut saja contoh penemuan kertas dan aspal. Pada saat itu juga ilmu kedokteran berkembang dengan sangat pesat dan beberapa dokter terkemuka lahir pada saat itu. Salah seorang diantaranya adalah Ibnu Sina (dibarat dikenal dengan nama Avicenna). Selain Avicenna, masih banyak tokoh-tokoh yang lain yang muncul dari berbagai bidang seperti Ibnu Rushd (Averroes), Abu Raihan Al-Biruni, Abu Al-Qasim Al-Zahrawi (Albucasis), Al-Khwarizmi, dan juga Al-Kindi. Setelah masa-masa keemasan tersebut itu kontribusi ilmuwan-ilmuwan Islam dalam membangun peradaban menurun. Hampir tidak ada ilmuwan muslim yang menjadi ilmuwan besar setelah masa tersebut. Puncak kejayaan ilmu pengetahuan dan peradaban yang sebelumnya berada di tangan kita umat muslim, kini telah jatuh ke tangan orang barat.
Sebenarnya terdapat beberapa hal yang merupakan pemicu utama dari hal tersebut. Dalam film “Islam: Empire of Faith” disebutkan bahwa penyebab hilangnya para ilmuwan Islam dikarenakan pada abad 13 M pada saat umat Islam sedang dipunjak kejayaan kekuasaan dan ilmu pengetahuan Islam merubah orientasinya dari yang dulunya sains atau ilmu menjadi kekuasaan. Itulah awal mulanya melemahnya prestasi pemuda Islam lalu dilanjutkan dengan terjadinya periode Reneisans (kelahiran kembali peradaban serta budaya Romawi dan Yunani) yang makin menurunkan semangat para pemuda Islam untuk meraih ilmu pengetahuan. Kejayaan ilmuwan-ilmuwan barat dalam mengembangkan penemuan-penemuan yang modern juga membuat umat Islam merasa makin dibawah dan tidak sanggup untuk melewati mereka. Perasaan pesimis ini membuat para pemuda Islam menjadi terpuruk jiwanya. Belum lagi berkembang pesatnya peradaban barat meninggalkan peradaban Islam makin menanam kuat rasa itu. Padahal menurut sejarah peradaban barat itu tidak akan ada tanpa adanya peradaban Islam.
Jika kita menghitung dari abad 13 hingga saat ini, terhitung telah beberapa abad terlewati dan kita telah berada dalam sebuah kesalahan selama beberapa abad. Kita para pemuda Islam menciptakan suatu kesia-siaan dalam jangka waktu yang relatif panjang. Sekarang adalah saatnya bagi kita para pemuda Islam untuk menunjukkan jati diri kita. Kita harus mengembalikan kejayaan umat Islam 10 abad silam untuk menunjukkan siapakah umat terbaik yang pernah ada di muka bumi ini dan memperlihatkan kepada dunia seperti apa kekuatan yang muncul dari Iman.
Dilihat dari segi “untuk apa” umat Islam memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan umat lain. Umat Islam melakukan segala sesuatu untuk “Yang Maha Kuasa” dan tidak ada sesuatupun yang bersifat sia-sia dalam apa yang kita lakukan. Sedangkan bagi orang kafir, suatu hal bisa menjadi sia-sia jika hal yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil. Keyakinan akan Allah SWT selalu bersama kita akan membuat kita makin kuat, bahkan 1000 kali lebih kuat yang membuat menghilangnya rasa takut kita dalam menghadapi segala sesuatu.
Banyak yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kejayaan itu. Pertama, yang harus kita lakukan adalah melihat kembali siapa diri kita sebenarnya. Kita adalah hamba Allah yang diciptakan Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Khalifah adalah seorang pemimipin dan sudah merupakan keharusan seorang pemimpin untuk berada diatas. Seorang pemimpin tidak seharusnya berada dibawah orang lain karena dia harus mengatur urusan tiap insan yang dipimpinnya. Kedua marilah kita lihat kembali pedoman hidup kita yaitu Al-qur’an dan Hadits. Disana secara jelas tertulis tentang tuntutan untuk menuntut ilmu dan bagaimana tingginya derajat seorang penuntut ilmu. Maka dari itu tuntutlah ilmu dan ciptakan prestasi sebanyak-banyaknya. Jika kita selalu hidup dengan mengikuti pedoman hidup atau guide book kita, Insya Allah kita akan selamat dari apa yang kita jalani. Seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Anfaal ayat 73 yang artinya:
"Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." (QS. AL ANFAAL:73)
Ayat diatas menerangkan dengan sangat jelas bahwa jika kita mengikuti perintah Allah yang tertera dalam Al-Qur’an dan Hadits maka kita akan selamat di muka bumi ini. Ingat guide book menuntun kita untuk menuntut ilmu, ilmu akan membawa kita menuju prestasi yang besar, prestasi merupakan modal utama dalam berinovasi (make something new) dan discovery (find something new), inovasi dan discovery akan menjadi modal utama kita dalam membangun peradaban. Bukanlah hal sulit untuk menciptakan prestasi dan membangun peradaban, hanya dengan kembali ke Al-Qur’an dan Hadits kita dapat menghasilkan hal tersebut.
Hal diatas merupakan cara-cara yang membawa kita para pemuda untuk dapat merefleksikan diri kita agar menciptakan prestasi. Namun apakah yang membutuhkan hal tersebut hanyalah pemuda saja? Apakah seseorang yang sudah tidak lagi muda tidak perlu melakukan hal tersebut? Pemuda bukanlah remaja saja, pemuda tidaklah terkait dengan faktor umur. Tidak semua remaja adalah pemuda dan tidak semua pemuda adalah remaja. Seseorang yang memiliki rasa keinginan untuk mengubah, keinginan untuk membuat suatu kebaikan, keinginan untuk memperjuangkan sesuatu di hatinya dengan semangat penuh bergelora termasuk dalam kategori pemuda. Untuk itu sudah seharusnyalah seluruh umat Islam merubah pola pikirnya, merubah persepsinya, dan merubah jiwanya menjadi jiwa seorang pemuda sejati. Sehingga menghasilkan suatu umat, suatu umat yang keseluruhan individunya merupakan seorang pemuda.
Banyak hal-hal yang dapat dilakukan oleh pemuda. Tetapi bukankah kita mengetahui bahwa pemuda Islam bukan hanya harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap pemuda lainnya. Bukankah seluruh umat muslim itu adalah saudara, dan saudara harus menjaga saudaranya sendiri. Memberi motivasi merupakan suatu hal yang simple namun luar biasa dimana “motivasi” menurut ilmu sosiologi merupakan cara seseorang untuk membangkitkan jiwa orang lain agar dapat melakukan sesuatu yang dianggap sulit sebelumnya. Motivasi yang berhubungan dengan agama merupakan hal yang baik dimana semua jiwa pemuda Islam pastilah memiliki ghirah (kecemburuan yang berakar dari agama). Jika kita mengaitkan motivasi itu dengan masalah agama, maka efek atau akibat dari motivasi itu akan menjadi lebih kuat beberapa kali lipat.
Terdapat juga cara-cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah maupun wiraswastawan yaitu mendirikan sekolah-sekolah yang bernuansa Islami. Dimana motto utama sekolah itu adalah unggul dalam prestasi berlandaskan nilai Islami. Hal-hal utama yang dapat dikejar disekolah tersebut adalah prestasi-prestasi seperti Olimpiade Sains, Olimpiade Olahraga, Karya Tulis Ilmiah, English Debate Competion dan masih banyak lagi. Pendirian sekolah semacam ini sangat sesuai dengan ilmu Tarbiah yaitu menciptakan kaderisasi. Cara ini sangat ampuh untuk menciptakan kader-kader muslim yang berkualitas dalam membangun prestasi dan peradaban Islam di dunia. Sekolah seperti ini mengedepankan agama dengan melakukan berbagai aktivitas agama seperti shalat jamaah 5 waktu, tadarus, pengajian, musyawarah, dan hal-hal lainnya dengan tetap tidak melupakan peraihan prestasi baik extrakurikuler maupun intrakurikuler. Cara ini telah terbukti efektif dengan sudah adanya sekolah semacam ini di beberapa tempat di negara kita dan terciptanya prestasi-prestasi luar biasa oleh mereka dari prestasi skala nasional maupun skala internasional. Sehingga yang harus kita lakukan adalah memperbanyak jumlah sekolah semacam ini.
Meningkatkan kajian-kajian Islam untuk membuka pikiran umat muslim juga cara yang cukup baik. Kajian-kajian dapat dilakukan dimana saja mulai dari dirumah, dimesjid, disekolah, ataupun secara on-air seperti dari radio ataupun televisi. Kajian dapat dilakukan oleh siapa saja mulai dari anak-anak hingga orangtua tanpa memandang umur dan jenis kelamin. Isi kajian haruslah berupa hal-hal yang menyadarkan umat Islam akan apa yang terjadi dengan umat Islam sekarang dan bedanya dengan umat-umat terdahulu. Hal-hal yang mengobarkan semangat juga harus diberikan seperti memikirkan bagaimana kondisi saudara kita di Palestina atau Irak, yang saat ini sedang tidak seberuntung kita. Kajian juga harus berisi hal-hal yang mengajak kita untuk merefleksikan diri kita tentang siapa sebenarnya diri kita, untuk apa kita ada, dan apa yang seharusnya kita lakukan, hal-hal tersebut dapat membuat umat Islam untuk mengintropeksi dirinya sendiri dan berubah menjadi seorang pemuda muslim sejati. Kajian juga dapat diberikan dalam bentuk tulisan seperti di majalah, di koran, di internet, di facebook, bahkan pada baliho di jalan pun kita dapat menuliskan kalimat syiar.
Sekarang marilah kita melihat lagi diri kita masing-masing sebagai seorang individu Islam. Sudah benarkah apa yang kita lakukan selama ini, bermanfaatkah apa yang saya lakukan selama ini, atau inikah yang harus saya lakukan selama ini. Kita umat islam telah terpuruk selama 10 abad, dengan kehidupan yang hanya dilalui oleh kesia-siaan. Kita telah melupakan perintah yang sudah disuratkan dalam Al-Quran dan Hadits tentang apa yang seharusnya kita lakukan. Kita telah melupakan itu dan menganggap apa yang kita lakukan saat ini adalah benar. Sehingga yang ada bagi kita saat ini hanyalah keterpurukan dan ketinggalan. Sekarang marilah kita buka kembali hal yang telah lama hilang pada diri kita. Hal yang telah lama kita lupakan. Hal yang telah kita tinggalkan selama beberapa abad. Kembalilah kita pada apa yang disebut dengan “guide book” kita. Dan perlihatkan kalau kita bisa. Perlihatkan kalau kita bisa menciptakan prestasi-prestasi yang banyak dan luar biasa. Perlihatkan kalau kita bisa membangun kembali peradaban ini seperti yang telah dilakukan orang-orang terdahulu, bahkan melebihi mereka. Tunjukkan kalau kita bisa dan kita tidak seperti apa yang mereka pikirkan. Ayo umat Islam, tunjukkan ghirahmu!
Pemuda Islam Perlihatkanlah Jati Dirimu!
Pernahkah kita mendengar nama-nama seperti Ibnu Sina, Harun Al- Rasyid, Ali bin Abi Thalib, para pemuda Islam yang mengibarkan nama-nama Islam pada masanya, yang membawa Islam berada pada puncak kejayaannya. Saat itu Islam benar-benar berkibar di dunia, tanpa ada yang dapat menyainginya. Peradaban Islam pada saat itu merupakan peradaban yang sangat luar biasa yang pernah tercatat dalam sejarah. Namun sekarang, adakah pengganti nama-nama tersebut. Sehebat apakah peradaban Islam sekarang? Siapakah ilmuwan terkemuka Islam saat ini? Apakah ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan yang muncul berasal dari seorang pemuda Islam?
Sejarah telah memperlihatkan bahwa sekitar abad 7-13 M itulah masa-masa puncak kejayaan Islam, dimana semua ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan berasal dari Islam, sebut saja contoh penemuan kertas dan aspal. Pada saat itu juga ilmu kedokteran berkembang dengan sangat pesat dan beberapa dokter terkemuka lahir pada saat itu. Salah seorang diantaranya adalah Ibnu Sina (dibarat dikenal dengan nama Avicenna). Selain Avicenna, masih banyak tokoh-tokoh yang lain yang muncul dari berbagai bidang seperti Ibnu Rushd (Averroes), Abu Raihan Al-Biruni, Abu Al-Qasim Al-Zahrawi (Albucasis), Al-Khwarizmi, dan juga Al-Kindi. Setelah masa-masa keemasan tersebut itu kontribusi ilmuwan-ilmuwan Islam dalam membangun peradaban menurun. Hampir tidak ada ilmuwan muslim yang menjadi ilmuwan besar setelah masa tersebut. Puncak kejayaan ilmu pengetahuan dan peradaban yang sebelumnya berada di tangan kita umat muslim, kini telah jatuh ke tangan orang barat.
Sebenarnya terdapat beberapa hal yang merupakan pemicu utama dari hal tersebut. Dalam film “Islam: Empire of Faith” disebutkan bahwa penyebab hilangnya para ilmuwan Islam dikarenakan pada abad 13 M pada saat umat Islam sedang dipunjak kejayaan kekuasaan dan ilmu pengetahuan Islam merubah orientasinya dari yang dulunya sains atau ilmu menjadi kekuasaan. Itulah awal mulanya melemahnya prestasi pemuda Islam lalu dilanjutkan dengan terjadinya periode Reneisans (kelahiran kembali peradaban serta budaya Romawi dan Yunani) yang makin menurunkan semangat para pemuda Islam untuk meraih ilmu pengetahuan. Kejayaan ilmuwan-ilmuwan barat dalam mengembangkan penemuan-penemuan yang modern juga membuat umat Islam merasa makin dibawah dan tidak sanggup untuk melewati mereka. Perasaan pesimis ini membuat para pemuda Islam menjadi terpuruk jiwanya. Belum lagi berkembang pesatnya peradaban barat meninggalkan peradaban Islam makin menanam kuat rasa itu. Padahal menurut sejarah peradaban barat itu tidak akan ada tanpa adanya peradaban Islam.
Jika kita menghitung dari abad 13 hingga saat ini, terhitung telah beberapa abad terlewati dan kita telah berada dalam sebuah kesalahan selama beberapa abad. Kita para pemuda Islam menciptakan suatu kesia-siaan dalam jangka waktu yang relatif panjang. Sekarang adalah saatnya bagi kita para pemuda Islam untuk menunjukkan jati diri kita. Kita harus mengembalikan kejayaan umat Islam 10 abad silam untuk menunjukkan siapakah umat terbaik yang pernah ada di muka bumi ini dan memperlihatkan kepada dunia seperti apa kekuatan yang muncul dari Iman.
Dilihat dari segi “untuk apa” umat Islam memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan umat lain. Umat Islam melakukan segala sesuatu untuk “Yang Maha Kuasa” dan tidak ada sesuatupun yang bersifat sia-sia dalam apa yang kita lakukan. Sedangkan bagi orang kafir, suatu hal bisa menjadi sia-sia jika hal yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil. Keyakinan akan Allah SWT selalu bersama kita akan membuat kita makin kuat, bahkan 1000 kali lebih kuat yang membuat menghilangnya rasa takut kita dalam menghadapi segala sesuatu.
Banyak yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kejayaan itu. Pertama, yang harus kita lakukan adalah melihat kembali siapa diri kita sebenarnya. Kita adalah hamba Allah yang diciptakan Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Khalifah adalah seorang pemimipin dan sudah merupakan keharusan seorang pemimpin untuk berada diatas. Seorang pemimpin tidak seharusnya berada dibawah orang lain karena dia harus mengatur urusan tiap insan yang dipimpinnya. Kedua marilah kita lihat kembali pedoman hidup kita yaitu Al-qur’an dan Hadits. Disana secara jelas tertulis tentang tuntutan untuk menuntut ilmu dan bagaimana tingginya derajat seorang penuntut ilmu. Maka dari itu tuntutlah ilmu dan ciptakan prestasi sebanyak-banyaknya. Jika kita selalu hidup dengan mengikuti pedoman hidup atau guide book kita, Insya Allah kita akan selamat dari apa yang kita jalani. Seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Anfaal ayat 73 yang artinya:
"Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." (QS. AL ANFAAL:73)
Ayat diatas menerangkan dengan sangat jelas bahwa jika kita mengikuti perintah Allah yang tertera dalam Al-Qur’an dan Hadits maka kita akan selamat di muka bumi ini. Ingat guide book menuntun kita untuk menuntut ilmu, ilmu akan membawa kita menuju prestasi yang besar, prestasi merupakan modal utama dalam berinovasi (make something new) dan discovery (find something new), inovasi dan discovery akan menjadi modal utama kita dalam membangun peradaban. Bukanlah hal sulit untuk menciptakan prestasi dan membangun peradaban, hanya dengan kembali ke Al-Qur’an dan Hadits kita dapat menghasilkan hal tersebut.
Hal diatas merupakan cara-cara yang membawa kita para pemuda untuk dapat merefleksikan diri kita agar menciptakan prestasi. Namun apakah yang membutuhkan hal tersebut hanyalah pemuda saja? Apakah seseorang yang sudah tidak lagi muda tidak perlu melakukan hal tersebut? Pemuda bukanlah remaja saja, pemuda tidaklah terkait dengan faktor umur. Tidak semua remaja adalah pemuda dan tidak semua pemuda adalah remaja. Seseorang yang memiliki rasa keinginan untuk mengubah, keinginan untuk membuat suatu kebaikan, keinginan untuk memperjuangkan sesuatu di hatinya dengan semangat penuh bergelora termasuk dalam kategori pemuda. Untuk itu sudah seharusnyalah seluruh umat Islam merubah pola pikirnya, merubah persepsinya, dan merubah jiwanya menjadi jiwa seorang pemuda sejati. Sehingga menghasilkan suatu umat, suatu umat yang keseluruhan individunya merupakan seorang pemuda.
Banyak hal-hal yang dapat dilakukan oleh pemuda. Tetapi bukankah kita mengetahui bahwa pemuda Islam bukan hanya harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap pemuda lainnya. Bukankah seluruh umat muslim itu adalah saudara, dan saudara harus menjaga saudaranya sendiri. Memberi motivasi merupakan suatu hal yang simple namun luar biasa dimana “motivasi” menurut ilmu sosiologi merupakan cara seseorang untuk membangkitkan jiwa orang lain agar dapat melakukan sesuatu yang dianggap sulit sebelumnya. Motivasi yang berhubungan dengan agama merupakan hal yang baik dimana semua jiwa pemuda Islam pastilah memiliki ghirah (kecemburuan yang berakar dari agama). Jika kita mengaitkan motivasi itu dengan masalah agama, maka efek atau akibat dari motivasi itu akan menjadi lebih kuat beberapa kali lipat.
Terdapat juga cara-cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah maupun wiraswastawan yaitu mendirikan sekolah-sekolah yang bernuansa Islami. Dimana motto utama sekolah itu adalah unggul dalam prestasi berlandaskan nilai Islami. Hal-hal utama yang dapat dikejar disekolah tersebut adalah prestasi-prestasi seperti Olimpiade Sains, Olimpiade Olahraga, Karya Tulis Ilmiah, English Debate Competion dan masih banyak lagi. Pendirian sekolah semacam ini sangat sesuai dengan ilmu Tarbiah yaitu menciptakan kaderisasi. Cara ini sangat ampuh untuk menciptakan kader-kader muslim yang berkualitas dalam membangun prestasi dan peradaban Islam di dunia. Sekolah seperti ini mengedepankan agama dengan melakukan berbagai aktivitas agama seperti shalat jamaah 5 waktu, tadarus, pengajian, musyawarah, dan hal-hal lainnya dengan tetap tidak melupakan peraihan prestasi baik extrakurikuler maupun intrakurikuler. Cara ini telah terbukti efektif dengan sudah adanya sekolah semacam ini di beberapa tempat di negara kita dan terciptanya prestasi-prestasi luar biasa oleh mereka dari prestasi skala nasional maupun skala internasional. Sehingga yang harus kita lakukan adalah memperbanyak jumlah sekolah semacam ini.
Meningkatkan kajian-kajian Islam untuk membuka pikiran umat muslim juga cara yang cukup baik. Kajian-kajian dapat dilakukan dimana saja mulai dari dirumah, dimesjid, disekolah, ataupun secara on-air seperti dari radio ataupun televisi. Kajian dapat dilakukan oleh siapa saja mulai dari anak-anak hingga orangtua tanpa memandang umur dan jenis kelamin. Isi kajian haruslah berupa hal-hal yang menyadarkan umat Islam akan apa yang terjadi dengan umat Islam sekarang dan bedanya dengan umat-umat terdahulu. Hal-hal yang mengobarkan semangat juga harus diberikan seperti memikirkan bagaimana kondisi saudara kita di Palestina atau Irak, yang saat ini sedang tidak seberuntung kita. Kajian juga harus berisi hal-hal yang mengajak kita untuk merefleksikan diri kita tentang siapa sebenarnya diri kita, untuk apa kita ada, dan apa yang seharusnya kita lakukan, hal-hal tersebut dapat membuat umat Islam untuk mengintropeksi dirinya sendiri dan berubah menjadi seorang pemuda muslim sejati. Kajian juga dapat diberikan dalam bentuk tulisan seperti di majalah, di koran, di internet, di facebook, bahkan pada baliho di jalan pun kita dapat menuliskan kalimat syiar.
Sekarang marilah kita melihat lagi diri kita masing-masing sebagai seorang individu Islam. Sudah benarkah apa yang kita lakukan selama ini, bermanfaatkah apa yang saya lakukan selama ini, atau inikah yang harus saya lakukan selama ini. Kita umat islam telah terpuruk selama 10 abad, dengan kehidupan yang hanya dilalui oleh kesia-siaan. Kita telah melupakan perintah yang sudah disuratkan dalam Al-Quran dan Hadits tentang apa yang seharusnya kita lakukan. Kita telah melupakan itu dan menganggap apa yang kita lakukan saat ini adalah benar. Sehingga yang ada bagi kita saat ini hanyalah keterpurukan dan ketinggalan. Sekarang marilah kita buka kembali hal yang telah lama hilang pada diri kita. Hal yang telah lama kita lupakan. Hal yang telah kita tinggalkan selama beberapa abad. Kembalilah kita pada apa yang disebut dengan “guide book” kita. Dan perlihatkan kalau kita bisa. Perlihatkan kalau kita bisa menciptakan prestasi-prestasi yang banyak dan luar biasa. Perlihatkan kalau kita bisa membangun kembali peradaban ini seperti yang telah dilakukan orang-orang terdahulu, bahkan melebihi mereka. Tunjukkan kalau kita bisa dan kita tidak seperti apa yang mereka pikirkan. Ayo umat Islam, tunjukkan ghirahmu!
Sunday, September 19, 2010
Bank Syariah Tebarkanlah Informasimu
Bank Syariah, sebuah nama yang merupakan penggabungan antara dua dimensi, dimensi ekonomi dan juga dimensi religius. Pada akhir dasawarsa ini Bank Syariah bukanlah sesuatu yang asing lagi di telinga kita, dan banyak juga dari masyarakat kita yang telah menjadi nasabahnya. Bank yang terlahir karena munculnya berbagai perdebatan tentang halal haramnya bunga bank, sehingga berakibat ragunya sebagian masyarakat untuk menabung dan menyimpan uang di bank. Oleh sebab itu lahirlah sebuah bank yang dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut secara tuntas dan dapat diterima oleh hukum Islam.
Bank Syariah yang pertama lahir di Mesir tanpa embel-embel Islam pada tahun 1963. Barulah pada tahun 1974 berdiri Islamic Devolepment Bank (IDB) yang secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah Islam. Sejak saat itu dari waktu ke waktu jumlah Bank Syariah di dunia terus bertambah. Barulah pada tahun 1991 berdiri Bank Syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat. Sekarang sudah terdapat beberapa institusi Bank Syariah di Indonesia dan banyak juga bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah.
Total jumlah nasabah Bank Syariah di Indonesia hingga awal 2009 berjumlah 3,9 juta orang (data Bank Indonesia) ini merupakan jumlah yang kecil dibandingkan total nasabah Bank Konvensional. Memang sudah banyak orang yang pernah mendengar dan tahu akan adanya Bank Syariah, tetapi walaupun begitu, masih sedikit dari mereka yang mengetahui seperti apa itu Bank Syariah. Kebanyakan dari mereka hanya pernah mendengar namanya, tapi tidak tahu secara lebih lanjut tentang Bank Syariah dan bedanya Bank Syariah dengan bank-bank konvensional lainnya. Permasalahan yang timbul disini adalah adanya rasa sifat malas masyarakat untuk mengetahui tentang Bank Syariah, sehingga yang harus dipikirkan ialah bagaimana caranya memberitahu mereka tentang Bank Syariah bukannya menunggu mereka untuk mencari tahu sendiri tentang Bank Syariah.
Saya adalah orang yang dua tahun lalu masih awam tentang Bank Syariah hingga akhirnya suatu hari saya mengikuti kompetisi cerdas cermat dimana juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan hadiah berupa tabungan Bank Syariah yang sudah berisi uang dalam jumlah yang lumayan besar didalamnya. Alhamdulillah saya keluar sebagai pemenang ke 2. Setelah hal itu barulah saya mengetahui tentang Bank Syariah karena mau tak mau saya telah memiliki tabungannya oleh karena itu saya harus mengetahui juga tentang Bank Syariah jika saya ingin menggunakannya. Setelah saya mengetahui secara jelas tentang Bank Syariah, barulah saya tahu tentang perbedaan Bank Syariah dengan bank lain dan membuat saya sangat tertarik untuk menabung di Bank Syariah dan menggunakan jasa-jasa lainnya di Bank Syariah.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa seseorang tidak menggunakan Bank Syariah bukan karena tidak mau tetapi lebih tepatnya tidak tahu, namun begitu ia diberitahu ia langsung saja tertarik menggunakannya. Berdasarkan hasil penelitian Universitas Andalas menunjukkan 61 persen nasabah Bank Konvesional tertarik dan mempertimbangkan pindah atau menjadi nasabah Bank Syariah, sisanya tidak tertarik dengan alasan utama yaitu tidak tahu serta tidak jelasnya informasi mengenai Bank Syariah (hasil penelitian Center for Banking Research Andalas University). Oleh karena itu cara paling utama untuk membuat orang benar-benar tertarik menggunakan Bank Syariah dan menjadi nasabahnya adalah dengan memberikan atau memaparkan dia dengan informasi tersebut secara langsung.
Saya membagi cara untuk memberikan informasi mengenai Bank Syariah melalui dua cara, yaitu melalui dunia maya dan non maya (nyata). Melalui dunia maya cara yang paling ampuh ialah melalui layanan yang sudah sangat familiar bagi kita yaitu layanan MLM (Multy Level Marketting) internet. Banyak dari kita pernah mendengar tentang paid to click bukan? Layanan yang beredar di dunia maya yang menyebabkan sang pemilik account akan mendapatkan hadiah uang (reward) dari penyedia jasa jika seseorang mengklik link alfiasi kita. Saya akan membuat link dalam program paid to click tersebut ialah link yang menyediakan info tentang Bank Syariah. Ingat kalau kita menunggu mereka untuk mencari tahu itu akan sangat sulit sehingga cara kita adalah dengan memaparkan mereka terhadap hal tersebut. Bayangkan orang yang terlibat dalam bisnis MLM internet ini ada ribuan orang. Jika satu orang telah bergabung otomatis untuk meraih atau untuk meraup keuntungan yang lebih dia harus mencari orang lain, misalkan satu orang akan mencari enam orang sebagai referralnya (member yang bergabung karena rekomendasinya), maka orang yang baru saja bergabung juga akan mencari enam orang lain, sehingga orang yang memasarkan link kita ada ribuan orang di dunia maya dan banner (link dalam bentuk logo) serta link kita bertebaran dimana-mana. Hal tersebut dikarenakan adanya refferal sistem dimana setiap member yang bergabung melalui link refferalnya akan mendapatkan sekian persen keuntungan dari member tersebut. Makin banyak link dan banner yang beredar, makin banyak kemungkinan orang akan membuka itu dan makin banyak juga orang yang akan mengetahui info tentang Bank Syariah.
Cara lain melalui dunia maya bisa juga melalui pembuatan kuis di facebook, kita akan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang bank yang ideal menurut orang tersebut. Tentunya tiap-tiap orang memiliki tipe banknya masing-masing, dan pasti ada sebagian orang yang memiliki tipe bank yang sesuai dengan hukum-hukum Islam, dan tentu saja jika mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang mengarah ke arah bank yang berbasis hukum Islam (syariah) mereka akan mendapatkan Bank Syariah sebagai bank kriteria mereka pada hasil akhir. Satu lagi cara yang menurut saya lumayan ampuh ialah dengan membuat game online tentang bank syariah dimana kita dapat memilih sebagai investor yang berinvestasi di bank syariah, sehingga disitu kita akan bermain dan berkompetisi dengan orang lain di seluruh dunia untuk menjadi yang terbaik. Melalui cara diatas mewajibkan setiap orang yang bermain game tersebut untuk mengetahui tentang Bank Syariah.
Selain melalui dunia maya, masih banyak cara lain yang bisa digunakan yaitu melalui dunia non maya. Tentu yang paling mudah ialah melalui pemaparan informasi secara langsung contohnya dari teman ke teman. Dapat dilihat dengan suksesnya beberapa orang dalam bisnis Tiens karena dia memaparkan pada orang lain secara langsung yang membuat orang lain menjadi tertarik. Hal lain yang juga lumayan ampuh ialah dengan membagikan brosur-brosur di tempat-tempat yang terdapat banyak orang berlalu-lalang, ini merupakan cara yang cukup jitu untuk memberikan informasi tentang Bank Syariah kepada orang banyak. Pemasangan baliho di jalan yang berisi informasi juga merupakan hal yang cukup baik dalam pemasaran ini dan tempat yang paling strategis dalam meletakkannya adalah didekat lampu lalulintas. Cara lain yang juga baik dan lebih menjamin ialah dengan pembuatan rekening Bank Syariah langsung ke sekolah-sekolah sebagai program untuk mengajarkan siswa sejak dini baiknya menabung. Jadi Bank Syariah langsung terjun ke sekolah dan membuatkan rekening bank sendiri untuk anak-anak tersebut. Hal ini sepertinya akan mendapatkan dukungan yang sangat baik dari masyarakat karena bersifat mendidik dan bersifat menjauhkan anak tersebut dari keborosan selain itu bank ini juga tidak memiliki hal-hal yang bersifat kontroversial dalam agama seperti bunga bank. Anak-anak sekolahan merupakan sumber informasi yang cepat beredar. Jika satu sekolah kita terapkan program itu maka informasi tentang Bank Syariah akan berjalan atau berlanjut ke sekolah lain. Memang tidak mungkin kita melakukan hal itu ke seluruh sekolah yang ada di Indonesia, kita hanya dapat melakukan itu ke beberapa sekolah saja, tetapi informasi yang ada disekolah bukanlah informasi yang hanya akan beredar di satu sekolah saja. Pertemanan siswa yang bersifat intersekolah akan mengakibatkan informasi beredar dengan sangat cepat ke sekolah lain dari yang dekat (tetangga) hingga yang jauh, hal itu akan mengakibatkan informasi akan beredar sangat cepat ke hampir seluruh sekolah di Indonesia. Satu hal lagi yang merupakan keuntungan dari program ini adalah informasi yang ada bukan hanya akan berjalan ke siswa saja, tapi dapat berjalan ke seluruh masyarakat. Salah satu penyebab utama dari hal ini ialah adanya care provider atau rasa peduli dan bertanggung jawab orang tua terhadap anaknya. Orang tua biasanya akan selalu menanyakan pada anaknya apa yang terjadi di sekolah dan apa saja yang dia dapatkan di sekolah, yang otomatis aliran informasi ini akan bergerak juga ke orang tua murid, jika telah sampai ke orang tua, maka aliran informasi ini juga akan bergerak ke seluruh masyarakat Indonesia dalam segala status sosial dan usia. Hal ini akan mengakibatkan seluruh masyarakat Indonesia mendapat informasi yang jelas mengenai Bank Syariah secara keseluruhan.
Sebenarnya masih banyak cara-cara lain untuk memperkenalkan Bank Syariah kepada orang lain, dan cara yang saya paparkan hanyalah beberapa cara yang menurut saya paling efektif. Lebih banyak kita berbuat kebaikan maka lebih banyak kita menguntungkan orang lain dan lebih banyak juga pahala yang kita dapatkan dari yang Maha Kuasa. Semoga Bank Syariah makin banyak yang menggunakannya sehingga makin banyak orang yang masih tetap menggunakan aturan-aturan Islam baik dalam perdagangan dan juga aspek lainnya dalam kehidupan.
Bank Syariah yang pertama lahir di Mesir tanpa embel-embel Islam pada tahun 1963. Barulah pada tahun 1974 berdiri Islamic Devolepment Bank (IDB) yang secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah Islam. Sejak saat itu dari waktu ke waktu jumlah Bank Syariah di dunia terus bertambah. Barulah pada tahun 1991 berdiri Bank Syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat. Sekarang sudah terdapat beberapa institusi Bank Syariah di Indonesia dan banyak juga bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah.
Total jumlah nasabah Bank Syariah di Indonesia hingga awal 2009 berjumlah 3,9 juta orang (data Bank Indonesia) ini merupakan jumlah yang kecil dibandingkan total nasabah Bank Konvensional. Memang sudah banyak orang yang pernah mendengar dan tahu akan adanya Bank Syariah, tetapi walaupun begitu, masih sedikit dari mereka yang mengetahui seperti apa itu Bank Syariah. Kebanyakan dari mereka hanya pernah mendengar namanya, tapi tidak tahu secara lebih lanjut tentang Bank Syariah dan bedanya Bank Syariah dengan bank-bank konvensional lainnya. Permasalahan yang timbul disini adalah adanya rasa sifat malas masyarakat untuk mengetahui tentang Bank Syariah, sehingga yang harus dipikirkan ialah bagaimana caranya memberitahu mereka tentang Bank Syariah bukannya menunggu mereka untuk mencari tahu sendiri tentang Bank Syariah.
Saya adalah orang yang dua tahun lalu masih awam tentang Bank Syariah hingga akhirnya suatu hari saya mengikuti kompetisi cerdas cermat dimana juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan hadiah berupa tabungan Bank Syariah yang sudah berisi uang dalam jumlah yang lumayan besar didalamnya. Alhamdulillah saya keluar sebagai pemenang ke 2. Setelah hal itu barulah saya mengetahui tentang Bank Syariah karena mau tak mau saya telah memiliki tabungannya oleh karena itu saya harus mengetahui juga tentang Bank Syariah jika saya ingin menggunakannya. Setelah saya mengetahui secara jelas tentang Bank Syariah, barulah saya tahu tentang perbedaan Bank Syariah dengan bank lain dan membuat saya sangat tertarik untuk menabung di Bank Syariah dan menggunakan jasa-jasa lainnya di Bank Syariah.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa seseorang tidak menggunakan Bank Syariah bukan karena tidak mau tetapi lebih tepatnya tidak tahu, namun begitu ia diberitahu ia langsung saja tertarik menggunakannya. Berdasarkan hasil penelitian Universitas Andalas menunjukkan 61 persen nasabah Bank Konvesional tertarik dan mempertimbangkan pindah atau menjadi nasabah Bank Syariah, sisanya tidak tertarik dengan alasan utama yaitu tidak tahu serta tidak jelasnya informasi mengenai Bank Syariah (hasil penelitian Center for Banking Research Andalas University). Oleh karena itu cara paling utama untuk membuat orang benar-benar tertarik menggunakan Bank Syariah dan menjadi nasabahnya adalah dengan memberikan atau memaparkan dia dengan informasi tersebut secara langsung.
Saya membagi cara untuk memberikan informasi mengenai Bank Syariah melalui dua cara, yaitu melalui dunia maya dan non maya (nyata). Melalui dunia maya cara yang paling ampuh ialah melalui layanan yang sudah sangat familiar bagi kita yaitu layanan MLM (Multy Level Marketting) internet. Banyak dari kita pernah mendengar tentang paid to click bukan? Layanan yang beredar di dunia maya yang menyebabkan sang pemilik account akan mendapatkan hadiah uang (reward) dari penyedia jasa jika seseorang mengklik link alfiasi kita. Saya akan membuat link dalam program paid to click tersebut ialah link yang menyediakan info tentang Bank Syariah. Ingat kalau kita menunggu mereka untuk mencari tahu itu akan sangat sulit sehingga cara kita adalah dengan memaparkan mereka terhadap hal tersebut. Bayangkan orang yang terlibat dalam bisnis MLM internet ini ada ribuan orang. Jika satu orang telah bergabung otomatis untuk meraih atau untuk meraup keuntungan yang lebih dia harus mencari orang lain, misalkan satu orang akan mencari enam orang sebagai referralnya (member yang bergabung karena rekomendasinya), maka orang yang baru saja bergabung juga akan mencari enam orang lain, sehingga orang yang memasarkan link kita ada ribuan orang di dunia maya dan banner (link dalam bentuk logo) serta link kita bertebaran dimana-mana. Hal tersebut dikarenakan adanya refferal sistem dimana setiap member yang bergabung melalui link refferalnya akan mendapatkan sekian persen keuntungan dari member tersebut. Makin banyak link dan banner yang beredar, makin banyak kemungkinan orang akan membuka itu dan makin banyak juga orang yang akan mengetahui info tentang Bank Syariah.
Cara lain melalui dunia maya bisa juga melalui pembuatan kuis di facebook, kita akan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang bank yang ideal menurut orang tersebut. Tentunya tiap-tiap orang memiliki tipe banknya masing-masing, dan pasti ada sebagian orang yang memiliki tipe bank yang sesuai dengan hukum-hukum Islam, dan tentu saja jika mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang mengarah ke arah bank yang berbasis hukum Islam (syariah) mereka akan mendapatkan Bank Syariah sebagai bank kriteria mereka pada hasil akhir. Satu lagi cara yang menurut saya lumayan ampuh ialah dengan membuat game online tentang bank syariah dimana kita dapat memilih sebagai investor yang berinvestasi di bank syariah, sehingga disitu kita akan bermain dan berkompetisi dengan orang lain di seluruh dunia untuk menjadi yang terbaik. Melalui cara diatas mewajibkan setiap orang yang bermain game tersebut untuk mengetahui tentang Bank Syariah.
Selain melalui dunia maya, masih banyak cara lain yang bisa digunakan yaitu melalui dunia non maya. Tentu yang paling mudah ialah melalui pemaparan informasi secara langsung contohnya dari teman ke teman. Dapat dilihat dengan suksesnya beberapa orang dalam bisnis Tiens karena dia memaparkan pada orang lain secara langsung yang membuat orang lain menjadi tertarik. Hal lain yang juga lumayan ampuh ialah dengan membagikan brosur-brosur di tempat-tempat yang terdapat banyak orang berlalu-lalang, ini merupakan cara yang cukup jitu untuk memberikan informasi tentang Bank Syariah kepada orang banyak. Pemasangan baliho di jalan yang berisi informasi juga merupakan hal yang cukup baik dalam pemasaran ini dan tempat yang paling strategis dalam meletakkannya adalah didekat lampu lalulintas. Cara lain yang juga baik dan lebih menjamin ialah dengan pembuatan rekening Bank Syariah langsung ke sekolah-sekolah sebagai program untuk mengajarkan siswa sejak dini baiknya menabung. Jadi Bank Syariah langsung terjun ke sekolah dan membuatkan rekening bank sendiri untuk anak-anak tersebut. Hal ini sepertinya akan mendapatkan dukungan yang sangat baik dari masyarakat karena bersifat mendidik dan bersifat menjauhkan anak tersebut dari keborosan selain itu bank ini juga tidak memiliki hal-hal yang bersifat kontroversial dalam agama seperti bunga bank. Anak-anak sekolahan merupakan sumber informasi yang cepat beredar. Jika satu sekolah kita terapkan program itu maka informasi tentang Bank Syariah akan berjalan atau berlanjut ke sekolah lain. Memang tidak mungkin kita melakukan hal itu ke seluruh sekolah yang ada di Indonesia, kita hanya dapat melakukan itu ke beberapa sekolah saja, tetapi informasi yang ada disekolah bukanlah informasi yang hanya akan beredar di satu sekolah saja. Pertemanan siswa yang bersifat intersekolah akan mengakibatkan informasi beredar dengan sangat cepat ke sekolah lain dari yang dekat (tetangga) hingga yang jauh, hal itu akan mengakibatkan informasi akan beredar sangat cepat ke hampir seluruh sekolah di Indonesia. Satu hal lagi yang merupakan keuntungan dari program ini adalah informasi yang ada bukan hanya akan berjalan ke siswa saja, tapi dapat berjalan ke seluruh masyarakat. Salah satu penyebab utama dari hal ini ialah adanya care provider atau rasa peduli dan bertanggung jawab orang tua terhadap anaknya. Orang tua biasanya akan selalu menanyakan pada anaknya apa yang terjadi di sekolah dan apa saja yang dia dapatkan di sekolah, yang otomatis aliran informasi ini akan bergerak juga ke orang tua murid, jika telah sampai ke orang tua, maka aliran informasi ini juga akan bergerak ke seluruh masyarakat Indonesia dalam segala status sosial dan usia. Hal ini akan mengakibatkan seluruh masyarakat Indonesia mendapat informasi yang jelas mengenai Bank Syariah secara keseluruhan.
Sebenarnya masih banyak cara-cara lain untuk memperkenalkan Bank Syariah kepada orang lain, dan cara yang saya paparkan hanyalah beberapa cara yang menurut saya paling efektif. Lebih banyak kita berbuat kebaikan maka lebih banyak kita menguntungkan orang lain dan lebih banyak juga pahala yang kita dapatkan dari yang Maha Kuasa. Semoga Bank Syariah makin banyak yang menggunakannya sehingga makin banyak orang yang masih tetap menggunakan aturan-aturan Islam baik dalam perdagangan dan juga aspek lainnya dalam kehidupan.
Subscribe to:
Posts (Atom)